Dua Pejabat Top Venezuela Dilarang Injakkan Kaki di AS
Sabtu, 03 Agustus 2019 - 02:26 WIB
Dua Pejabat Top Venezuela Dilarang Injakkan Kaki di AS
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) secara resmi melarang dua pejabat Venezuela yang dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia melakukan perjalanan ke negara itu. Ini merupakan tindakan terbaru untuk menekan Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk mengundurkan diri.
Dalam sebuah pernyataan, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa dua pejabat Venezuela yaitu Komandan Pasukan Khusus Venezuela Rafael Enrique Bastardo Mendoza, dan Kepala Kontra Intelijen Ivan Rafael Hernandez Dala. AS menuding keduanya telah melakukan pelanggaran berat hak asasi manusia seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (3/8/2019).
AS sebelumnya telah menjatuhkan sanksi finansial kepada kedua pejabat itu, serta tiga orang lainnya, pada bulan Februari lalu.
Langkah Departemen Luar Negeri AS ini memungkinkannya untuk mencabut visa apa pun yang dimiliki kedua pejabat itu, yang mungkin dimiliki pasangan dan anak-anak mereka di bawah umur dan membuat mereka tidak memenuhi syarat untuk bepergian ke AS.
Hubungan antara Washington dan Caracas jatuh ke titik nadir setelah AS memberikan dukungan kepada tokoh oposisi Venezuela Juan Guadio. Buntutnya, pada 23 Januari, Caracas memutuskan hubungan diplomatik dengan Washington.
Meski begitu, hal itu tidak membuat AS berhenti menjatuhkan sanksi kepada Venezuela. Dalam tiga bulan terakhir tercatat sejumlah pejabat Venezuela dijatuhi sanksi termasuk putra dari Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Dalam sebuah pernyataan, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa dua pejabat Venezuela yaitu Komandan Pasukan Khusus Venezuela Rafael Enrique Bastardo Mendoza, dan Kepala Kontra Intelijen Ivan Rafael Hernandez Dala. AS menuding keduanya telah melakukan pelanggaran berat hak asasi manusia seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (3/8/2019).
AS sebelumnya telah menjatuhkan sanksi finansial kepada kedua pejabat itu, serta tiga orang lainnya, pada bulan Februari lalu.
Langkah Departemen Luar Negeri AS ini memungkinkannya untuk mencabut visa apa pun yang dimiliki kedua pejabat itu, yang mungkin dimiliki pasangan dan anak-anak mereka di bawah umur dan membuat mereka tidak memenuhi syarat untuk bepergian ke AS.
Hubungan antara Washington dan Caracas jatuh ke titik nadir setelah AS memberikan dukungan kepada tokoh oposisi Venezuela Juan Guadio. Buntutnya, pada 23 Januari, Caracas memutuskan hubungan diplomatik dengan Washington.
Meski begitu, hal itu tidak membuat AS berhenti menjatuhkan sanksi kepada Venezuela. Dalam tiga bulan terakhir tercatat sejumlah pejabat Venezuela dijatuhi sanksi termasuk putra dari Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
(ian)