Politikus Malaysia Usul UU untuk Lindungi Pria dari Godaan Wanita

Kamis, 01 Agustus 2019 - 16:24 WIB
Politikus Malaysia Usul...
Politikus Malaysia Usul UU untuk Lindungi Pria dari Godaan Wanita
A A A
KUALA LUMPUR - Seorang politikus Malaysia mengusulkan pembuatan sebuah undang-undang (UU) untuk melindungi pria dari godaan wanita. Menurutnya, pria melakukan kejahatan seks karena tergoda oleh tindakan dan pakaian wanita.

Usulan kontroversial ini disampaikan Mohamad Imran Abd Hamid, seorang anggota parlemen dari Partai Keadilan Rakyat (PKR)—partai berkuasa di Malaysia.

"Saya mengusulkan UU Pelecehan Seksual untuk melindungi pria," katanya kepada Dewan Negara atau Parlemen setempat seperti dikutip Malaysiakini.

"Dari tindakan, kata-kata dan pakaian wanita, yang dapat menyebabkan pria tergoda sampai pada titik mereka dapat melakukan tindakan seperti inses, pemerkosaan, penganiayaan, dan juga(menonton)] pornografi," ujarnya.

"Ini penting, (pria) perlu dilindungi. Tindakan, pakaian wanita dapat merayu kami untuk melanggar hukum dan menyebabkan kami dituntut," lanjut dia.

"Saya meminta menteri untuk mempertimbangkan hal ini sehingga orang-orang di negara ini aman, dan negara ini damai," imbuh dia.

Usulannya mendapat dukungan dari Wakil Presiden Senat Abdul Halim Abdul Samad dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai politik oposisi nasional terbesar dan utama di Malaysia. Dia berpendapat usulan itu baik.

Namun usulan politikus tersebut dikecam organisasi nirlaba, All Women's Action Society (AWAM). Menurut organisasi tersebut, pendapat Mohamad Imran telah menempatkan tanggung jawab pada korban daripada pelaku kekerasan seksual.

"Tidak dapat diterima bagi senator untuk menyalahkan pemerkosaan, penganiayaan, inses, porno, dan lain-lain pada korban," katanya.

“Bagaimanapun juga, pelakulah yang harus bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri. Gagasan bahwa para korban tidak dapat mengakses keadilan atau menuntut semacam ganti rugi setelah menjalani pengalaman yang tidak manusiawi seperti itu hanya menambah penciptaan budaya ketakutan dan kekerasan," ujarnya, seperti dikutip The Independent, Kamis (1/8/2019).

"Yang mendasari semua ini adalah asumsi bahwa kekerasan berbasis gender berasal dari keinginan atau nafsu. Namun, kekerasan semacam itu tidak pernah tentang keinginan atau nafsu. Ini tentang kekuatan dan objektifikasi," lanjut organisasi tersebut.

Putrajaya, pusat administrasi federal Malaysia, berencana mengajukan rancangan undang-undang (RUU) Pelecehan Seksual tahun ini. Itu terjadi setelah konsultasi dengan para penyintas pelecehan seksual dan organisasi non-pemerintah.

AWAM mengatakan pernyataan oleh senator itu dibuat sebagai tanggapan terhadap RUU Pelecehan Seksual.

Jennifer Wells-Qu, yang bekerja untuk Equality Now cabang Asia, sebuah organisasi non-pemerintah yang bertujuan untuk mempromosikan hak-hak perempuan dan anak perempuan, mengatakan; "Gagasan bahwa korban pemerkosaan, kekerasan seksual, atau bentuk kekerasan lainnya dihukum karena pelecehan mereka benar-benar menjijikkan dan menadakan menyalahkan korban. Seorang pelaku pelecehan hanya itu, pelaku, dan harus dihukum."

"Mengedepankan undang-undang seperti ini tidak hanya menempatkan perempuan dan anak perempuan dalam risiko yang lebih besar tetapi juga menciptakan lingkungan impunitas bagi para pelaku kekerasan seksual dan bertentangan dengan norma-norma dan nilai-nilai internasional yang sudah mapan seputar seks dengan persetujuan dan kesetaraan gender."
(mas)
Berita Terkait
Perkosa 2 Wanita Mongolia,...
Perkosa 2 Wanita Mongolia, Inspektur Polisi di Malaysia Ditangkap
Candaan Guru Jika Ingin,...
Candaan Guru 'Jika Ingin, Perkosalah Wanita di Atas 18 Tahun' Tuai Kecaman
Ayah Bejat Perkosa Putri...
Ayah Bejat Perkosa Putri Kandung saat Istri Bekerja di Malaysia
Gadis Ini Diperkosa...
Gadis Ini Diperkosa Ayah Kandung Berkali-kali, Minum Deterjen untuk Bunuh Diri
Istri Kerja Jadi TKW...
Istri Kerja Jadi TKW di Malaysia, Perangkat Desa Garap Anak Tiri hingga Hamil dan Melahirkan
Biadab! Seorang ART...
Biadab! Seorang ART Hampir 3 Tahun Disiksa Fisik dan Diperkosa Majikan Malaysia
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
1 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
3 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
3 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
4 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
5 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
6 jam yang lalu
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved