Demo Tuntut Putin Lengser, 1.000 Orang Ditangkap di Rusia

Minggu, 28 Juli 2019 - 05:16 WIB
Demo Tuntut Putin Lengser,...
Demo Tuntut Putin Lengser, 1.000 Orang Ditangkap di Rusia
A A A
MOSKOW - Polisi Rusia menangkap lebih dari 1.000 orang di Moskow pada hari Sabtu ketika berdemo menuntut Presiden Vladimir Vladimorvich Putin lengser. Penangkapan demonstran oposisi ini merupakan salah satu yang terbesar sejak gerakan anti-Putin muncul.

Demo itu pada awalnya untuk menuntut agar anggota oposisi diizinkan untuk mencalonkan diri dalam pemilu daerah. Pihak berwenang menyatakan demo tersebut ilegal dan berusaha untuk mencegah partisipasi tokoh oposisi dalam pemilu.

Meski polisi bertindak keras, ribuan orang tetap muncul dalam salah satu protes terpanjang dan paling menentukan dalam beberapa tahun terakhir.

Yel-yel yang berisi tuntutan agar Putin lengser dinyanyikan para demonstran di Moskow. "Rusia tanpa Putin" dan "Putin mengundurkan diri" adalah salah satu yel-yel yang bergema di kota tersebut.

Pasukan polisi yang mengenakan seragam antihuru-hara merespons dengan memukul mundur para pengunjuk rasa dengan pentungan. Banyak demonstran ditangkap secara kasar.

Mengutip Reuters, Minggu (28/7/2019), setidaknya seorang wanita dan seorang pria terlihat menderita luka serius di bagian kepala.

Protes besar pada hari Sabtu menunjukkan bagaimana para aktivis dan terutama anak-anak muda tetap bertekad untuk membuka sistem politik Rusia yang ketat untuk menjadi ajang kompetisi.

Pemimpin oposisi yang dipenjara, Alexei Navalny, menyerukan protes untuk menuntut para pejabat pemerintah mengizinkan para kandidat pro-oposisi untuk maju dalam pemilu lokal 8 September 2019.

Pihak berwenang mengatakan para kandidat pro-oposisi dilarang karena mereka gagal mengumpulkan tanda tangan asli warga yang cukup sebagai dukungan. Pihak oposisi tidak memiliki kursi di parlemen Rusia.

Sebuah jajak pendapat di masa lalu telah menunjukkan dukungan untuk Navalny, seorang pengacara dan aktivis anti-korupsi, hanya satu digit. Namun para pendukung mencatat dia memenangkan hampir sepertiga suara dalam pemilihan wali kota Moskow 2013 dan mengatakan gerakannya dapat membangun momentum di ibu kota Rusia jika dibiarkan bersaing secara adil.

Peringkat dukungan untuk Putin masih tinggi, yakni lebih dari 60 persen. Tahun lalu, mantan perwira intelijen KGB yang berusia 66 tahun itu memenangkan pemilu nasional dan kembali berkuasa untuk masa jabatan enam tahun yang baru hingga tahun 2024.
(mas)
Berita Terkait
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia di Istana
Presiden Vladimir Putin...
Presiden Vladimir Putin Perintahkan Pasukannya untuk Siaga Tinggi
Vladimir Putin Umumkan...
Vladimir Putin Umumkan Operasi Militer di Ukraina
Berselimut Salju, Merasakan...
Berselimut Salju, Merasakan Kemegahan Kremlin dan Red Square Destinasi Ikonik Rusia
Presiden Vladimir Putin...
Presiden Vladimir Putin Disebut Bakal Pensiun Tahun Ini Gegara Takut Dikudeta
Presiden Rusia Putin...
Presiden Rusia Putin Belum Pastikan Kehadiran di KTT G20 Bali
Berita Terkini
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
28 menit yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
1 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
1 jam yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
2 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
3 jam yang lalu
Infografis
3 Tujuan Rusia Menempatkan...
3 Tujuan Rusia Menempatkan Pesawat Tempur di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved