Meski Diancam AS, Erdogan Aktifkan Sistem Rudal S-400 Rusia April 2020

Sabtu, 27 Juli 2019 - 01:03 WIB
Meski Diancam AS, Erdogan...
Meski Diancam AS, Erdogan Aktifkan Sistem Rudal S-400 Rusia April 2020
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan sistem pertahanan rudal S-400 yang dibeli dari Rusia akan disebar dan diaktifkan mulai April 2019. Dia mengabaikan ancaman Amerika Serikat (AS) yang akan menjatuhkan sanksi kepada Ankara jika mengaktifkan senjata pertahanan canggih tersebut.

"Pada musim semi mendatang, insya Allah pada bulan April 2020, kami akan dapat mulai menggunakan sistem ini," katanya, dalam pidato di pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Ankara, Jumat (26/7/2019), seperti dikutip Al Jazeera.

"Turki akan secara aktif menggunakan S-400 mulai April 2020, setelah pelatihan perakitan dan personel selesai," lanjut dia.

Turki selama ini menegaskan posisinya yang bebas untuk memilih membeli senjata dari negara mana pun. Pemerintah Erdogan bersumpah akan membalas terhadap sanksi apa pun yang akan dijatuhkan Amerika. "Saya berharap AS akan bertindak yang masuk akal," kata Erdogan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo menyampaikan ancaman bahwa AS akan memberlakukan sanksi tambahan terhadap Turki jika nekat mengoperasikan sistem rudal anti-pesawat tersebut.

"Mungkin ada lebih banyak sanksi mengikutinya tetapi terus terang apa yang benar-benar kita sukai adalah S-400 tidak dioperasionalkan," kata Pompeo dalam wawancara dengan Bloomberg.

AS telah berulang kali menekan Turki untuk membatalkan kesepakatan pembelian senjata pertahanan Moskow tersebut. Sanksi Washington yang bisa menghantam Ankara itu berdasarkan Undang-undang Melawan Musuh AS Melalui Sanksi atau CAATSA yang diteken Presiden Donald Trump tahun 2017.

Moskow sudah merampungkan pengiriman gelombang pertama komponen sistem S-400 beberapa hari lalu. Senjata itu dibeli Ankara di bawah kontrak senilai USD2,5 miliar.

AS bersikeras bahwa pembelian senjata buatan Rusia merusak keamanan NATO, dan telah membekukan pengiriman jet tempur siluman F-35 ke Turki dalam upaya untuk menekannya agar membatalkan kontrak dengan Rusia.

Senator AS, Lindsey Graham, mengatakan bahwa tidak ada pilihan yang tersisa untuk memberikan sanksi kepada Turki jika negara itu nekat mengoperasikan S-400.
(mas)
Berita Terkait
Erdogan Yakin Turki...
Erdogan Yakin Turki Akan Miliki Jet Tempur Siluman F-35 AS Meski Operasikan S-400 Rusia
Erdogan Disebut Minta...
Erdogan Disebut Minta Putin Ambil Kembali Sistem Rudal S-400 Rusia demi Jet Tempur Siluman F-35
Partainya Erdogan Tolak...
Partainya Erdogan Tolak Usul AS Beli S-400 Rusia dari Turki
Erdogan Ingin Beli Jet...
Erdogan Ingin Beli Jet Tempur Siluman F-35 AS, Trump Minta Turki Stop Beli Minyak Rusia
AS Tetap Tolak Turki...
AS Tetap Tolak Turki Gabung Program Jet Tempur Siluman F-35 karena S-400 Rusia
Diancam AS, Turki Batal...
Diancam AS, Turki Batal Aktifkan Sistem Rudal S-400 Rusia
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
50 menit yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
1 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
3 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
3 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
5 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
6 jam yang lalu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved