Utusan AS Sebut Resolusi PBB Bukan Dasar Perdamaian Israel-Palestina

Rabu, 24 Juli 2019 - 17:40 WIB
Utusan AS Sebut Resolusi...
Utusan AS Sebut Resolusi PBB Bukan Dasar Perdamaian Israel-Palestina
A A A
WASHINGTON - Utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah, Jason Greenblatt mendapat kritikan keras setelah dia menyebut resolusi PBB tidak bisa menjadi dasar dari kesepakatan damai Israel-Palestina.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB, Greenblatt menolak anggapan bahwa hukum internasional dan resolusi PBB harus berfungsi sebagai dasar dari solusi apa pun untuk konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung beberapa dekade.

Greenblatt mengatakan, masalah ini tidak akan diselesaikan dengan referensi ke hukum internasional, yang ia sebut tidak meyakinkan.

"Perdamaian yang komprehensif dan langgeng tidak akan diciptakan oleh fiat hukum internasional atau oleh resolusi yang tidak jelas dan banyak dipengaruhi kata-kata ini," katanya, seperti dilansir PressTV pada Rabu (24/7).

"Visi untuk perdamaian yang kami rencanakan untuk disajikan tidak akan ambigu, tidak seperti banyak resolusi yang telah disahkan di majelis ini," sambungnya, mengacu pada apa yang disebut rencana perdamaian yang telah dikembangkan Washington tanpa persetujuan Palestina untuk mengakhiri konflik.

Greenblatt juga mencatat bahwa rencana perdamaian yang digagas oleh AS tidak akan didasarkan pada fiksi konsensus internasional. Alasanya, hal ini tidak lebih dari topeng untuk tidak bertindak.

"Jadi, mari kita berhenti bercanda. Jika apa yang disebut konsensus internasional dapat menyelesaikan konflik Israel-Palestina, itu akan melakukannya puluhan tahun yang lalu. Tidak," ungkapnya.

Komentar kontroversialnya terhadap hukum internasional memicu bantahan kuat dari empat anggota tetap DK PBB lainnya, yaitu Prancis, Inggris, Jerman dan Rusia.

Duta Besar Jerman untuk PBB, Christoph Heusgen menekankan bahwa resolusi DK PBB mengikat di bawah hukum internasional, dengan mengatakan, "Bagi kami, hukum internasional bukan menu a la carte. Bagi kami, hukum internasional relevan; hukum internasional tidak sia-sia. Kami percaya pada kekuatan hukum internasional; kami tidak percaya pada kekuatan yang terkuat," ucapnya.

Perwakilan Inggris Karen Pierce juga mengingatkan semua negara bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan resolusi-resolusi DK PBB.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Trump Ancam Serang Gunung...
Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe dan Lokasi Lain jika Tak Ada Kesepakatan dengan Iran
1 jam yang lalu
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
3 jam yang lalu
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
4 jam yang lalu
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
5 jam yang lalu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
6 jam yang lalu
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
7 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved