AS Tuding Jet Tempur Venezuela Lakukan Manuver Berbahaya
Senin, 22 Juli 2019 - 02:55 WIB
AS Tuding Jet Tempur Venezuela Lakukan Manuver Berbahaya
A
A
A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) menuduh sebuah jet tempur Sukhoi SU-30 Flanker fighter milik Venezuela "secara agresif" membayangi sebuah pesawat Angkatan Laut AS, EP-3 Aries II di atas wilayah udara internasional. Tudingan ini menunjukkan kian meningkatnya permusuhan antara kedua negara.
Seperti dilaporkan Reuters, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan akhir pekan ini, militer AS mengatakan, “Jet tempur buatan Rusia secara agresif membayangi EP-3 pada jarak yang tidak aman di wilayah udara internasional untuk jangka waktu yang lama. Ini membahayakan keselamatan kru dan membahayakan misi EP -3. "
"Rezim Maduro terus melemahkan hukum yang diakui secara internasional dan menunjukkan penghinaan terhadap perjanjian internasional yang memberi wewenang kepada AS dan negara-negara lain untuk secara aman melakukan penerbangan di wilayah udara internasional," kata militer AS dalam sebuah pernyataan, Minggu (21/7).
Menurut pernyataan itu, kedua pesawat tidak bertabrakan dan tidak ada yang terluka dalam insiden itu. Pertemuan antara pesawat AS dan Venezuela terjadi pada hari Jumat (19/7) lalu. Insiden ini terjadi bertepatan dengan saat pemerintahan Donald Trump mengumumkan akan memberikan sanksi kepada empat pejabat tinggi di badan kontra-intelijen militer Venezuela.
Dalam upaya menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, pemerintah AS telah berulangkali menjatuhkan sanksi pada sejumlah pejabat Venezuela. AS dan sekutunya menganggap terpilih kembalinya Maduro sebagai Presiden Venezuela pada 2018 adalah langkah yang tidak sah. Maduro sendiri terus mempertahankan dukungan militer dari sejumlah negara sekutu Venezuela.
Seperti dilaporkan Reuters, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan akhir pekan ini, militer AS mengatakan, “Jet tempur buatan Rusia secara agresif membayangi EP-3 pada jarak yang tidak aman di wilayah udara internasional untuk jangka waktu yang lama. Ini membahayakan keselamatan kru dan membahayakan misi EP -3. "
"Rezim Maduro terus melemahkan hukum yang diakui secara internasional dan menunjukkan penghinaan terhadap perjanjian internasional yang memberi wewenang kepada AS dan negara-negara lain untuk secara aman melakukan penerbangan di wilayah udara internasional," kata militer AS dalam sebuah pernyataan, Minggu (21/7).
Menurut pernyataan itu, kedua pesawat tidak bertabrakan dan tidak ada yang terluka dalam insiden itu. Pertemuan antara pesawat AS dan Venezuela terjadi pada hari Jumat (19/7) lalu. Insiden ini terjadi bertepatan dengan saat pemerintahan Donald Trump mengumumkan akan memberikan sanksi kepada empat pejabat tinggi di badan kontra-intelijen militer Venezuela.
Dalam upaya menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, pemerintah AS telah berulangkali menjatuhkan sanksi pada sejumlah pejabat Venezuela. AS dan sekutunya menganggap terpilih kembalinya Maduro sebagai Presiden Venezuela pada 2018 adalah langkah yang tidak sah. Maduro sendiri terus mempertahankan dukungan militer dari sejumlah negara sekutu Venezuela.
(esn)