Tuntut Iran Bebaskan Tanker yang Disita, AS Bersumpah Lindungi Jalur Teluk

Jum'at, 19 Juli 2019 - 05:26 WIB
Tuntut Iran Bebaskan...
Tuntut Iran Bebaskan Tanker yang Disita, AS Bersumpah Lindungi Jalur Teluk
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menuntut Iran untuk segera membebaskan kapal tanker yang disitanya di Teluk. Tuntutan itu disampaikan menanggapi pengumuman Garda Revolusi Iran yang menyatakan telah menyita sebuah kapal tanker asing karena kedapatan menyelundupkan bahan bakar.

Departemen Luar Negeri AS menuntut Iran harus membebaskan kapal dan krunya serta berhenti melecehkan kapal di dan sekitar Selat Homuz.

"Amerika Serikat mengecam keras Angkata Laut Korps Garda Revolusi Iran atas pelecehan kapal dan gangguan jalan yang aman di dalam dan sekitar Selat Hormuz," ujar seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

"Iran harus menghentikan aktivitas terlarang ini dan melepaskan segera awak dan kapal," sambungnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (19/7/2019).

Sementara itu, seorang komandan militer AS di Timur Tengah mengatakan negara adidaya itu akan bekerja dengan agresif untuk melindungi jalur perairan di Teluk bagi kapal-kapal tanker.

Komando Pusat AS Jenderal Kenneth McKenzie mengatakan bahwa Washington sedang berbicara dengan beberapa negara tentang memastikan kebebasan navigasi di Teluk dan akan bekerja "secara agresif" guna menemukan solusi untuk memungkinkan jalur air yang vital itu terbebas dari gangguan.

Ia mengatakan hal itu di Riyadh pada konferensi pers dengan Jenderal Pangeran Fahd bin Turki, komandan koalisi pimpinan Saudi yang memerangi Houthi yang berpihak Iran di Yaman.

Washington telah meningkatkan kehadiran militernya dan Armada Kelima AS, yang berbasis di Bahrain, mengatakan negara-negara Teluk Arab telah meningkatkan patroli.

AS menyalahkan Iran atas serangkaian serangan terhadap kapal tanker sejak pertengahan Mei lalu di arteri jalur minyak paling penting di dunia, tuduhan yang ditolak Teheran. Namun hal itu menimbulkan kekhawatiran bahwa kedua negara yang telah menjadi musuh lama itu bisa tersandung ke dalam perang.

Eskalasi di Timur Tengah membuncah setelah Iran menembak jatuh sebuah pesawat nir awak milik AS. Presiden AS Donald Trump sempat memerintahkan serangan balasan sebelum kemudian membatalkannya di detik-detik terakhir.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
16 menit yang lalu
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
1 jam yang lalu
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
2 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
3 jam yang lalu
Panglima IRGC Sumpah...
Panglima IRGC Sumpah Balas Dendam atas Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran
4 jam yang lalu
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved