Banjir Terjang Nepal dan India, KorbanTewas Bertambah 57 Orang

Senin, 15 Juli 2019 - 07:46 WIB
Banjir Terjang Nepal...
Banjir Terjang Nepal dan India, KorbanTewas Bertambah 57 Orang
A A A
KATHMANDU - Banjir dan tanah longsor yang menerjang wilayah Nepal dan India telah menewaskan total 57 orang. Sebanyak satu juta warga India mengungsi akibat bencana itu. Korban tewas di Nepal akibat banjir dan tanah longsor meningkat menjadi 47 orang, kemarin, dengan puluhan orang hilang dan terluka. Musim hujan kali ini terjadi sangat intensif di sebagian besar wilayah pegunungan Nepal sejak Kamis (11/7) sehingga banjir menenggelamkan sawah dan perumahan warga, merusak jembatan dan jalanan di penjuru negeri.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nepal menyatakan 47 orang dikonfirmasi meninggal dunia dan 28 orang lainnya terluka. Adapun 29 orang lainnya hilang. Jaringan televisi menayangkan atap-atap rumah tenggelam di wilayah selatan. Warga harus berjalan melintasi air setinggi dada sambil membawa barang miliknya di atas kepala. Pejabat menyatakan hujan di beberapa tempat telah reda, tapi sejumlah sungai di wilayah timur masih banjir.

Otoritas meminta warga tetap waspada. Sungai Kosi yang mengalir ke negara bagian Bihar, India, meluap hingga mengakibatkan banjir di wilayah sekitarnya. Petugas Kepolisian Nepal Ishwari Dahal menyatakan, semua 56 pintu air di Sungai Kosi di perbatasan Nepal-India telah dibuka kemarin malam selama enam jam untuk mengeluarkan air sebanyak 371.000 cusec (satu kubik kaki per detik).

Jumlah tersebut merupakan total terbanyak dalam 15 tahun. “Level air telah turun sekarang,” kata Dahal dari lokasi pintu air di tenggara Nepal dilansir Reuters. Sungai Kosi menjadi perhatian serius bagi India dan Nepal karena tanggulnya pernah roboh pada 2008 dan berubah arah sehingga menenggelamkan lahan dan berdampak pada lebih 2 juta orang di Bihar, India.

Saat itu 500 orang tewas akibat banjir. Hujan lebat di negara bagian Assam, India, juga mengakibatkan banjir hingga memaksa lebih dari 1 juta warga mengungsi dari rumahnya. “Banjir telah menewaskan 10 orang dalam 72 jam terakhir,” kata otoritas Assam. Otoritas memperingatkan kondisi akan semakin memburuk dalam beberapa hari mendatang.

Sungai Brahmaputra yang mengalir dari Himalaya ke India dan kemudian melalui Bangladesh telah meluap serta menenggelamkan lebih dari 1.800 desa di wilayah itu. “Sebanyak 10 orang tewas dalam insiden tenggelam di sejumlah lokasi dalam tiga hari terakhir dan lebih dari satu juta orang terkena dampak. Situasi banjir kian memburuk,” kata keterangan Pemerintah Assam, India.

Hujan deras telah terjadi di 25 dari 32 distrik di Assam. Badan sumber daya air federal India menyatakan ketinggian air di Sungai Brahmaputra diperkirakan terus naik dengan hujan terus terjadi dalam tiga hari mendatang. “Situasi banjir masih sangat kritis,” kata Menteri Sumber Daya Air Assam, Keshab Mahanta pada Reuters. Assam yang dikenal dengan teh berkualitas tinggi itu selama beberapa tahun terakhir mengalami banjir dan hujan lebat hingga menewaskan puluhan orang.

Ratusan ribu orang telah mengungsi akibat bencana itu. “Assam berada pada level peringatan maksimal karena hujan lebat diperkirakan terus terjadi dalam beberapa hari mendatang,” ungkap para pejabat Pemerintah Assam. Warga di negara bagian itu juga terancam penyakit infeksi yang disebarkan nyamuk encephalitis Jepang. Lebih dari 160 orang tewas sejak Januari akibat penyakit itu.

Pemerintah federal telah menggelar rapat untuk membahas banjir di berbagai wilayah. Tim darurat menyelamatkan 750 orang di Assam dan negara bagian Bihar saat Sungai Kosi meluap. Kondisi cuaca ekstrem semakin sering terjadi di sejumlah negara yang diduga akibat dampak perubahan iklim. Negara-negara berkembang diperkirakan terkena dampak terburuk dari cuaca ekstrem tersebut.
(don)
Berita Terkait
Program Visit Nepal...
Program 'Visit Nepal Year' China Gagal Hidupkan Pariwisata Nepal
Ketahuan Berbohong,...
Ketahuan Berbohong, Nepal Larang Pendaki India Daki Gunung Everest
Pecahkan Rekor, Pendaki...
Pecahkan Rekor, Pendaki Nepal Ini 26 Kali Mencapai Puncak Gunung Everest
5 Negara dengan Populasi...
5 Negara dengan Populasi Pemeluk Agama Hindu Terbesar di Dunia
5 Fakta Gurkha Jadi...
5 Fakta Gurkha Jadi Pasukan Paling Ditakuti, Dipuji Banyak Pemimpin Dunia dan Pengawal Keluarga Kerajaan Inggris
Di 5 Negara Ini, Satu...
Di 5 Negara Ini, Satu Wanita Miliki Banyak Suami
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
51 menit yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
4 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
5 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
7 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
8 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved