Virgin Orbit, Perusahaan Milik Branson Uji Coba LauncherOne

Jum'at, 12 Juli 2019 - 07:20 WIB
Virgin Orbit, Perusahaan...
Virgin Orbit, Perusahaan Milik Branson Uji Coba LauncherOne
A A A
NEW YORK - Virgin Orbit, perusahaan milik Richard Branson, menguji coba peluncuran roket LauncherOne dari pesawat Boeing 747 yang dimodifikasi. Nantinya roket itu digunakan untuk peluncuran satelit kecil dari ketinggian menengah, yakni 35.000 kaki. Uji coba tersebut dilakukan sebelum Virgin Orbit menawarkan peluncuran satelit kecil secara komersial dengan roket LauncherOne yang memiliki panjang 21,34 meter.

Roket yang diisi dengan air dan dibekukan sebagai simulasi peluncuran itu jatuh di Gurun Mojave setelah diluncurkan Boeing 747 yang memiliki nama pendek Cosmic Girls. “Uji coba menjadi batu loncatan bagi langkah perusahaan untuk mengirimkan satelit ke orbit secara rutin,” kata CEO Virgin Orbit, Dan Hart, kepada Reuters, kemarin. “Uji coba ini menempatkan kita sebagai upaya pra-peluncuran,” ungkap Hart.

LauncherOne dipasang di sayap Cosmic Girl dan lepas landas dari Gurun Mojave. Setelah pesawat mencapai ketinggian 35.000 kaki, roket tersebut dilepaskan. Selama misi itu roket LauncherOne meluncur dan terbang ke orbit untuk menempatkan satelit sesuai dengan keinginan pelanggan Virgin Orbit.

Sebagaimana dilansir CNN, Virgin Orbit mengatakan mereka memonitor proses pelepasan satelit untuk memudahkan teknisi mengamati bagaimana pergerakan roket. “Berdasarkan data sementara, uji coba ini berlangsung sangat sempurna,” kata Hart.Perakitan roket komersial pertama Virgin Orbit akan selesai pada akhir bulan ini. “Perusahaan juga berencana meluncurkan satelit ke orbit pada musim panas ini,” paparnya.

Kompetisi pada bisnis pengiriman satelit kecil memang sangat ketat. Selain Virgin Orbit, terdapat pula Firefly dan Rocket Lab, perusahaan kerja sama antara Amerika Serikat dan Selandia Baru. Hal itu dikarenakan permintaan pengiriman satelit kecil memang semakin banyak diminati. Sebenarnya performa Virgin Orbit memang tertinggal di belakang Rocket Lab yang telah menyelesaikan enam peluncuran satelit ke orbit.

Namun Virgin Orbit mengklaim roket mereka memiliki berat dua kali lipat daripada Rocket Lab. LauncherOne mampu mengangkut satelit dengan berat 500 kg ke orbit bumi. LauncherOne dikembangkan sejak 2012 dan telah dikaji selama lebih dari satu dekade untuk uji coba. Uji coba mesin roket menjadi hal paling sulit karena memperhatikan presisi. Sebanyak 24 roket sudah diproduksi untuk memenuhi kepentingan pasar.

Hart mengungkapkan akuisisi dan merger juga memainkan peranan pada strategi pertumbuhan Virgin Orbit. Memang dia tidak menjelaskan pembelian aset Stratolaunch. Stratolaunch mendesain sistem roket dan pesawat dan mereka berencana menjual aset tersebut. Virgin Orbit menyatakan telah mendiskusikan hal itu di masa lalu, tetapi belum ada transaksi saat ini.

Virgin Orbit bulan lalu mengungkapkan rencana untuk membawa sistem peluncuran satelit ke Jepang dengan membangun kemitraan dengan maskapai ANA Holding. Hal itu untuk memudahkan proses pemeliharaan pesawat. Lokasi peluncuran juga akan dibangun di beberapa lokasi seperti Amerika Serikat, Guam, dan Inggris. Dengan begitu hal tersebut akan memberikan kemudahan bagi produsen satelit dan pemerintah jadi lebih fleksibel.

Peluncuran satelit dari ketinggian sedang menyebabkan satelit bisa ditempatkan sesuai dengan orbit yang diinginkan. Hal itu juga lebih efisien dan meminimalkan pembatalan karena faktor cuaca. “Kita bisa meluncurkan kapan pun baik di orbit Bumi atau Bulan dan diterbangkan dari mana pun di dunia ini,” paparnya.

Hart menegaskan banyak keuntungan peluncuran roket dengan sistem dari pesawat tradisional. Cosmic Girl bisa terbang di landasan bandara mana pun. Selain itu tidak perlu ada pemeliharaan lapangan lepas landas. Kemudian perusahaan tidak berkompetisi untuk mendapatkan prioritas jadwal peluncuran terlebih dahulu. Teknologi satelit kini semakin murah sehingga banyak pihak berlomba memiliki satelit di orbit Bumi.

Teknologi untuk pengiriman satelit juga beragam. Menerbangkan roket juga kini semakin efisien. Virgin Orbit memang memisahkan diri dari perusahaan antariksa Branson lainnya, Virgin Galactic, pada 2017. Galactic lebih fokus pada penerbangan antariksa untuk manusia dan siap mengirimkan wisatawan untuk perjalanan singkat ke orbit Bumi.
(don)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
35 menit yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
1 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
2 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
4 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
5 jam yang lalu
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved