AS Setuju Jual Tank dan Rudal ke Taiwan, China Murka
Selasa, 09 Juli 2019 - 15:02 WIB
AS Setuju Jual Tank dan Rudal ke Taiwan, China Murka
A
A
A
BEIJING - China mengajukan protes kepada perwakilan diplomatik Amerika Serikat (AS) terkait persetujuan Washington menjual senjata ke Taiwan. China selama ini menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memberontak kepada Beijing.
"Penjualan senjata AS ke Taiwan merupakan pelanggaran serius hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang.
"Ini melanggar kebijakan 'Satu-China' dan tiga komunike bersama AS-China. Ini juga merupakan gangguan serius dalam urusan dalam negeri China, yang merusak kedaulatannya dan kepentingan keamanannya," sambungnya.
"Kami menyatakan protes atas tindakan ini," tegas Geng seperti dilansir dari Sputnik, Selasa (9/7/2019).
Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS mengumumkan bahwa Departemen Luar Negeri telah menandatangani permintaan Taiwan untuk membeli lebih dari 100 tank M1A2T Abrams dan peralatan terkait. Kesepakatan ini bernilai lebih dari USD2 miliar. Washington juga setuju untuk menjual 250 rudal anti-pesawat Stinger ke Taiwan senilai sekitar USD224 juta.
AS, bersama dengan sejumlah negara lain, tidak mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat dan berpegang teguh pada kebijakan 'Satu China'.
Meskipun demikian, Washington telah menjaga hubungan informal dengan Taiwan dan membuat marah Beijing dengan menyetujui penjualan senjata ke pulau itu.
Taiwan adalah negara kepulauan di dekat pantai selatan China yang telah diperintah secara independen dari negara daratan sejak 1949. Beijing memandang pulau itu sebagai provinsi, sementara Taiwan menyatakan bahwa mereka adalah negara otonom, yang memiliki hubungan politik dan ekonomi dengan beberapa negara lain.
"Penjualan senjata AS ke Taiwan merupakan pelanggaran serius hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang.
"Ini melanggar kebijakan 'Satu-China' dan tiga komunike bersama AS-China. Ini juga merupakan gangguan serius dalam urusan dalam negeri China, yang merusak kedaulatannya dan kepentingan keamanannya," sambungnya.
"Kami menyatakan protes atas tindakan ini," tegas Geng seperti dilansir dari Sputnik, Selasa (9/7/2019).
Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS mengumumkan bahwa Departemen Luar Negeri telah menandatangani permintaan Taiwan untuk membeli lebih dari 100 tank M1A2T Abrams dan peralatan terkait. Kesepakatan ini bernilai lebih dari USD2 miliar. Washington juga setuju untuk menjual 250 rudal anti-pesawat Stinger ke Taiwan senilai sekitar USD224 juta.
AS, bersama dengan sejumlah negara lain, tidak mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat dan berpegang teguh pada kebijakan 'Satu China'.
Meskipun demikian, Washington telah menjaga hubungan informal dengan Taiwan dan membuat marah Beijing dengan menyetujui penjualan senjata ke pulau itu.
Taiwan adalah negara kepulauan di dekat pantai selatan China yang telah diperintah secara independen dari negara daratan sejak 1949. Beijing memandang pulau itu sebagai provinsi, sementara Taiwan menyatakan bahwa mereka adalah negara otonom, yang memiliki hubungan politik dan ekonomi dengan beberapa negara lain.
(ian)