Disebut Tidak Kompeten, Trump Ogah Berurusan dengan Dubes Inggris

Selasa, 09 Juli 2019 - 09:07 WIB
Disebut Tidak Kompeten,...
Disebut Tidak Kompeten, Trump Ogah Berurusan dengan Dubes Inggris
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan tidak mau berurusan dengan Duta Besar (Dubes) Inggris Kim Darroch. Hal itu terjadi setelah bocornya memo rahasia Dubes Inggris yang menyebut pemerintahan Trump tidak berfungsi dan tidak kompeten.

"Saya tidak mengenal Duta Besar Inggris, tetapi ia tidak suka atau tidak mempunyai pikiran yang baik tentang AS. Kami tidak akan lagi berurusan dengannya," cuit Trump di Twitter seperti dilansir dari Reuters, Selasa (9/7/2019).

Dalam kesempatan itu, Trump juga menyerang Perdana Menteri Inggris Theresa May yang terkait caranya menangani Brexit dan mengatakan telah mengabaikan nasihatnya.

“Kabar baiknya bagi Inggris yang luar biasa adalah bahwa mereka akan segera memiliki Perdana Menteri baru. Sementara saya benar-benar menikmati Kunjungan Negara yang luar biasa bulan lalu, itu adalah Ratu yang paling saya kagumi!” tulisnya.

Dalam memo rahasia kepada pemerintahnya yang berasal dari 2017 hingga saat ini, Dubes Inggris untuk AS Kim Darroch mengatakan laporan pertempuran di Gedung Putih sebagian besar benar dan bulan lalu menggambarkan kebingungan dalam pemerintahan mengenai keputusan Trump untuk membatalkan serangan militer terhadap Iran.

“Kami tidak benar-benar percaya bahwa pemerintahan ini akan menjadi jauh lebih normal; disfungsional; tidak terduga; lebih sedikit faksi yang terbelah; ceroboh dan tidak kompeten secara diplomatis,” tulis Darroch dalam salah satu memonya.

Penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui siapa dibalik bocornya dua materi rahasia tahun ini. Juru bicara May mengatakan polisi akan terlibat jika ada bukti kriminalitas.

Dua bulan lalu, May memecat Menteri Pertahanan Gavin Williamson setelah diskusi rahasia di Dewan Keamanan Nasional tentang perusahaan telekomunikasi China Huawei yang bocor ke media, dan penyelidikan menyimpulkan bahwa ia bertanggung jawab.

Williamson membantah terlibat dan polisi mengatakan tidak ada alasan untuk investigasi kriminal.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
3 jam yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
4 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
5 jam yang lalu
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
6 jam yang lalu
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
7 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
8 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved