Jinping Desak Trump Ringankan Sanksi Korut
Rabu, 03 Juli 2019 - 00:02 WIB
Jinping Desak Trump Ringankan Sanksi Korut
A
A
A
BEIJING - Presiden China Xi Jinping mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menunjukkan fleksibilitas terhadap Korea Utara (Korut), termasuk meringankan sanksi tepat pada waktunya. Hal itu diungkapkan Jinping saat bertemu dengan Trump pada pertemuan puncak G20 di Osaka, Jepang beberapa waktu lalu.
Xi Jinping mengunjungi Korut sebelum bertemu Trump dalam pertemuan G20 di Jepang. Para analis mengatakan pemimpin China dapat menggunakan perjalanan itu sebagai pengungkit dalam pembicaraan perang dagangnya dengan pemimpin AS.
Trump kemudian bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong-un pada hari berikutnya di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang membagi Korea Utara dan Selatan.
Trump menjadi presiden AS pertama yang menginjak tanah Korut setelah ia dan Jong-un berjabat tangan selama pertemuan dadakan mereka akhir pekan kemarin.
"Jinping mendorong AS untuk menunjukkan fleksibilitas dan bertemu dengan DPRK di tengah jalan, termasuk keringanan sanksi bagi DPRK dan menemukan solusi untuk masalah satu sama lain melalui dialog," kata Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menggunakan akronim nama resmi Korut Republik Rakyat Demokratik Korea seperti dikutip dari AFP, Selasa (2/7/2019).
Terkait pertemuan Trump dengan Jong-un, Wang mengatakan China menyambut baik pertemuan itu dan mengatakan situasi di semenanjung itu sekarang memiliki kesempatan langka untuk perdamaian.
"Kami berharap bahwa kemauan politik para pemimpin kedua negara dapat diterjemahkan ke dalam kemajuan substantif dalam dialog dan negosiasi sesegera mungkin," ujarnya.
Pertemuan dadakan antara Trump dan Jong-un di DMZ terjadi setelah negosiasi sebelumnya antara Pyongyang dan Washington di Vietnam tiba-tiba berakhir dengan jalan buntu.
Ini menjadi pertemuan ketiga antara Trump dan Kim Jong-un hanya dalam waktu satu tahun, dan berselang empat bulan sejak pertemuan puncak kedua mereka di Hanoi, Vietnam. Kim Jong-un dan Trump telah terlibat dalam pembicaraan denuklirisasi Semenanjung Korea selama berbulan-bulan. Pada Juni 2018, kedua pemimpin menyatakan komitmen untuk denuklirisasi.
Xi Jinping mengunjungi Korut sebelum bertemu Trump dalam pertemuan G20 di Jepang. Para analis mengatakan pemimpin China dapat menggunakan perjalanan itu sebagai pengungkit dalam pembicaraan perang dagangnya dengan pemimpin AS.
Trump kemudian bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong-un pada hari berikutnya di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang membagi Korea Utara dan Selatan.
Trump menjadi presiden AS pertama yang menginjak tanah Korut setelah ia dan Jong-un berjabat tangan selama pertemuan dadakan mereka akhir pekan kemarin.
"Jinping mendorong AS untuk menunjukkan fleksibilitas dan bertemu dengan DPRK di tengah jalan, termasuk keringanan sanksi bagi DPRK dan menemukan solusi untuk masalah satu sama lain melalui dialog," kata Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menggunakan akronim nama resmi Korut Republik Rakyat Demokratik Korea seperti dikutip dari AFP, Selasa (2/7/2019).
Terkait pertemuan Trump dengan Jong-un, Wang mengatakan China menyambut baik pertemuan itu dan mengatakan situasi di semenanjung itu sekarang memiliki kesempatan langka untuk perdamaian.
"Kami berharap bahwa kemauan politik para pemimpin kedua negara dapat diterjemahkan ke dalam kemajuan substantif dalam dialog dan negosiasi sesegera mungkin," ujarnya.
Pertemuan dadakan antara Trump dan Jong-un di DMZ terjadi setelah negosiasi sebelumnya antara Pyongyang dan Washington di Vietnam tiba-tiba berakhir dengan jalan buntu.
Ini menjadi pertemuan ketiga antara Trump dan Kim Jong-un hanya dalam waktu satu tahun, dan berselang empat bulan sejak pertemuan puncak kedua mereka di Hanoi, Vietnam. Kim Jong-un dan Trump telah terlibat dalam pembicaraan denuklirisasi Semenanjung Korea selama berbulan-bulan. Pada Juni 2018, kedua pemimpin menyatakan komitmen untuk denuklirisasi.
(ian)