Israel Lepaskan Menteri Palestina setelah Menahannya Beberapa Jam

Senin, 01 Juli 2019 - 12:16 WIB
Israel Lepaskan Menteri...
Israel Lepaskan Menteri Palestina setelah Menahannya Beberapa Jam
A A A
YERUSALEM - Pasukan polisi Israel membebaskan seorang menteri Palestina setelah menahannya selama beberapa jam.

Menteri Palestina untuk Urusan Yerusalem, Fadi al-Hadami ditangkap polisi Israel pada Minggu dini hari di rumahnya di Yerusalem Timur. Polisi Zionis tak menjelaskan alasan penangkapan dan penahanannya.

Juru bicara kepolisian Israel Micky Rosenfeld mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa al-Hadami ditahan karena "kegiatan di Yerusalem".

Setelah pembebasannya pada hari Minggu, pengacara al-Hadami seperti dikutip kantor berita Palestina, Wafa, mengatakan penangkapan itu terkait keterlibatan anak buah al-Hadami dalam mendampingi kunjungan Presiden Chile Sebastian Pinera ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem beberapa hari yang lalu.

Media Palestina sebelumnya melaporkan bahwa lima pria Palestina lainnya juga telah ditangkap di sejumlah daerah di Yerusalem, Betlehem dan selatan Hebron di Tepi Barat.

Sejumlah tahanan yang diidentifikasi antara lain bernama Haydar dan Alaa Dirbas. Mereka ditangkap di Rumah Sakit Maqasid di Yerusalem Timur. Tahanan lain, Ihab Saeed, ditangkap di desanya di dekat Yerusalem.

Pihak berwenang Israel tidak berkomentar mengapa pria-pria itu ditangkap.

Pada hari Selasa, al-Hadami terlihat bersama Pinera dalam tur ke situs suci Yerusalem yang selama ini menjadi titik nyala konflik Israel-Palestina. Kunjungan Pinera yang didampingi pejabat Palestina itu membuat Israel marah karena merupakan pelanggaran peraturan dan pelanggaran kesepahaman yang dicapai Israel dan Chile perihal kunjungan kepala negara.

Mengomentari kunjungan Pinera, Menteri Luar Negeri Israel; Israel Katz, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu pekan lalu bahwa pemerintah menganggap serius setiap pelanggaran kedaulatan Israel di Temple Mount, terutama pelanggaran prosedur yang disepakati.

"Kita harus membedakan antara kebebasan beribadah mutlak yang dijaga Israel (dan) memastikan bahwa kedaulatan kita atas Temple Mount tidak dirugikan," ujarnya.

Kementerian Luar Negeri Israel telah menerima surat resmi dari Kedutaan Besar Chile yang menjelaskan bahwa kunjungan Pinera ke kompleks Al-Aqsa adalah kunjungan pribadi.

Status Al-Aqsa, yang dikenal orang Yahudi sebagai Temple Mount, adalah salah satu masalah paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina. Itu adalah situs paling suci bagi umat Yahudi dan umat Islam. Situs ini dikelola oleh Badan Wakaf Muslim, tetapi diamankan oleh polisi Israel.
(mas)
Berita Terkait
Ratusan Pemukim Israel...
Ratusan Pemukim Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Israel Larang Imam Masjid...
Israel Larang Imam Masjid Al-Aqsa Masuki Yerusalem, Palestina Murka
Israel Hancurkan Rumah...
Israel Hancurkan Rumah Kepala Penjaga Masjid Al-Aqsa
Israel Hancurkan Pemakaman...
Israel Hancurkan Pemakaman Muslim di Dekat Masjid Al-Aqsa
Menteri Keamanan Nasional...
Menteri Keamanan Nasional Israel Pimpin Ribuan Warga Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa
Polisi Israel Serbu...
Polisi Israel Serbu Masjid Al-Aqsa, Puluhan Warga Palestina Terluka
Berita Terkini
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
20 menit yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
1 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
2 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
3 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
4 jam yang lalu
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
5 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved