Erdogan: Sistem Rudal S-400 Rusia Dikirim ke Turki dalam 10 Hari

Senin, 01 Juli 2019 - 08:52 WIB
Erdogan: Sistem Rudal...
Erdogan: Sistem Rudal S-400 Rusia Dikirim ke Turki dalam 10 Hari
A A A
ANKARA - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pengiriman pertama sistem pertahanan rudal S-400 Rusia ke Turki akan berlangsung dalam waktu 10 hari. Dia menyampaikan hal itu sehari setelah mengklaim Presiden Donald Trump menjamin Amerika Serikat (AS) tidak akan menjatuhkan sanksi kepada Ankara terkait pembelian senjata pertahanan Moskow tersebut.

Turki dan Amerika Serikat —sekutu dalam keanggotaan NATO—telah berselisih atas keputusan Ankara membeli S-400 Rusia, di mana Washington memperingatkan penjatuhan sanksi AS jika pengiriman sistem rudal itu dilakukan. Turki telah menentang peringatan tersebut dan menegaskan kesepakatan pembelian tidak akan dibatalkan.

Amerika Serikat mengatakan sistem S-400 akan mengkompromikan jet tempur Lockheed Martin Corp F-35 , di mana Turki adalah bagian dari produsen dan pembeli. Washington juga secara resmi memulai proses pengusiran Turki dari program F-35 dan menghentikan pelatihan pilot Turki di Amerika Serikat.

Namun, pada hari Sabtu pekan lalu, Erdogan mengatakan Presiden AS Donald Trump mengatakan kepadanya bahwa tidak akan ada sanksi atas kesepakatan Ankara dan Moskow soal pembelian S-400. Trump sendiri mengatakan bahwa Ankara diperlakukan tidak adil atas langkah tersebut.

Sementara itu, Gedung Putih mengatakan Trump menyatakan keprihatinan atas kesepakatan pembelian S-400 dan mendorong Turki untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam kerja sama pertahanan dengan cara yang memperkuat aliansi NATO.

Berbicara kepada wartawan setelah KTT G-20 di Jepang, di mana ia mengadakan pembicaraan bilateral dengan Trump, Erdogan mengatakan ia yakin perselisihan tentang S-400 akan diatasi tanpa masalah. Dia menambahkan bahwa rekannya dari AS itu mendukung Turki dalam perselisihan tersebut.

"Dalam panggilan telepon kami, ketika kami berkumpul bersama secara bilateral, Trump belum mengatakan sejauh ini; 'Kami akan menjatuhkan sanksi ini'. Pada (masalah) S-400, ia berkata kepada saya; 'Anda benar.' Kami membawa masalah ini ke tingkat yang sangat maju," kata Erdogan kepada NTV yang dikutip Reuters, Senin (1/7/2019).

“Pada tingkat lanjut ini, Trump berkata; 'Ini tidak adil'. Ini sangat penting. Saya percaya bahwa kami akan mengatasi proses ini tanpa masalah," imbuh Erdogan.

Dia mengatakan dia dan Trump telah sepakat untuk mendelegasikan pejabat untuk menindaklanjuti masalah ini. Dia juga mengatakan menteri luar negeri dan pertahanan Turki dan AS akan "membuka pintu" untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Dalam upaya untuk memengaruhi Turki, Amerika Serikat telah menawarkan untuk memasok sistem rudal Patriot buatan Raytheon Co.

"Satu S-400 bernilai tiga Patriot. Jika kondisinya sama dengan (kesepakatan) S-400, kami akan membeli Patriot, tetapi jika tidak, maka kami harus memikirkan minat kami," ujar Erdogan.

Pemimpin Turki itu berharap masalah pemberi pinjaman Turki, Halkbank, yang menghadapi sanksi Departemen Keuangan AS atas kasus penghancuran sanksi Iran yang semakin mempererat hubungan antara sekutu NATO, akan segera diselesaikan.
(mas)
Berita Terkait
Erdogan Yakin Turki...
Erdogan Yakin Turki Akan Miliki Jet Tempur Siluman F-35 AS Meski Operasikan S-400 Rusia
Erdogan Disebut Minta...
Erdogan Disebut Minta Putin Ambil Kembali Sistem Rudal S-400 Rusia demi Jet Tempur Siluman F-35
Partainya Erdogan Tolak...
Partainya Erdogan Tolak Usul AS Beli S-400 Rusia dari Turki
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Erdogan Ingin Beli Jet...
Erdogan Ingin Beli Jet Tempur Siluman F-35 AS, Trump Minta Turki Stop Beli Minyak Rusia
AS Tetap Tolak Turki...
AS Tetap Tolak Turki Gabung Program Jet Tempur Siluman F-35 karena S-400 Rusia
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
4 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
6 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
6 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
8 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
8 jam yang lalu
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved