Kisah Eks Presiden Gambia Pilih Sendiri 'Gadis Protokol' untuk Diperkosa

Kamis, 27 Juni 2019 - 02:11 WIB
Kisah Eks Presiden Gambia...
Kisah Eks Presiden Gambia Pilih Sendiri 'Gadis Protokol' untuk Diperkosa
A A A
BANJUL - Mantan presiden Gambia, Yahya Jammeh, dituduh memerkosa dan memaksakan tindakan seksual terhadap sejumlah wanita saat berkuasa. Laporan kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan Jammeh memilih sendiri para wanita yang dijuluki sebagai "gadis protokol" untuk diperkosa.

Sebagai imbalannya, bekas penguasa Gambia itu menawarkan uang tunai, hadiah dan hak istimewa lainnya kepada para korbannya.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Rabu, Human Rights Watch (HRW) dan LSM Swiss; TRIAL International, mengatakan setidaknya tiga wanita menuduh Jammeh melakukan pemerkosaan dan kekerasan seksual saat ia menjabat presiden antara tahun 1996 hingga 2017.

Pemerintahan Jammeh terkenal karena kebrutalan dan korupsinya. Namun, pelecehan seksual terhadap para wanita merupakan tuduhan pertama kali yang didokumentasikan oleh publik.

"Yahya Jammeh memperlakukan wanita Gambia seperti milik pribadinya," kata Reed Brody, penasihat hukum HRW.

"Pemerkosaan dan kekerasan seksual adalah kejahatan dan Jammeh tidak berada di atas hukum, dan tidak ada wanita di bawahnya," ujarnya.

Menurut kelompok HAM, penyelidikan didasarkan pada bukti dari empat wanita, delapan mantan pejabat Gambia, dan beberapa saksi lainnya. Jammeh memiliki "gadis protokol" yang diminta untuk menelepon guna memberinya layanan seks.

"Dia memilih wanita muda untuk memuaskan fantasi seksualnya," kata seorang mantan ajudan Jammeh, yang berbicara dalam kondisi anonim.

Imbalan yang ditawarkan Jammeh antara lain hadiah, dukungan bagi keluarga korban yang miskin, atau menawarkan beasiswa untuk belajar di luar negeri.

Menurut sejumlah kesaksian, para korban dituntut untuk tinggal di sebelah kediamannya dan dilarang pergi tanpa izinnya. Jika mereka menolak melayani tuntutan seksualnya, ia akan mengancam atau memukul para korban.

Para "gadis protokol" itu diawasi oleh sepupu perempuannya, Jimbee Jammeh, yang juga menyediakan perempuan lain untuknya.

Salah satu korban adalah Toufah Jallow, yang saat itu tercatat sebagai pelajar 18 tahun. Jallow merupakan pemenang kontes kecantikan yang disponsori negara tahun 2014. Dia dipuji oleh Jammeh sebagai "sarana untuk memberdayakan perempuan".

Menurut Jallow, lebih dari enam bulan dia menolak uang muka, menolak tawaran untuk menjadi "gadis protokol", dan menolak lamaran untuk menikah dengan Jammeh.

Menurut keaksiannya, suatu hari ajudan membawa Jallow untuk menghadiri resital Alquran menjelang Ramadan di Gedung Negara. Yahya Jammeh menguncinya di sebuah ruangan, memukul dan mengancamnya. Jammeh kemudian menyuntiknya dengan cairan dan memerkosanya.

Jallow berhasil melarikan diri ke Senegal beberapa hari kemudian.

Gambia telah membentuk Komisi Kebenaran, Rekonsiliasi dan Reparasi (TRRC), mencontoh badan pasca-apartheid Afrika Selatan, untuk menuntut penjelasan pemerintahan Jammeh.

Selain terlibat skandal seks, mantan pemimpin itu juga dituduh menghambur-hamburkan ratusan juta dolar kas negara selama menjadi presiden.

Bekas penguasa berusia 54 tahun itu saat ini berada di Equatorial Guinea, di mana ia mencari pengasingan setelah kalah dalam pemilihan presiden 2016 dari Adama Barrow.

Marion Volkmann-Brandau, yang memimpin penyelidikan meminta TRRC untuk memulai proses terhadap mantan presiden tersebut.

"Para wanita yang mengagumkan ini memecahkan budaya diam. Sekarang penting bahwa TRRC dan pemerintah memberi mereka jalan menuju pemulihan dan keadilan," katanya, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (27/6/2019).
(mas)
Berita Terkait
Kapal Gambia Hendak...
Kapal Gambia Hendak Berlayar ke Iran, AS Tembakkan Rudal Hellfire
Gambia Kesal Nenek-nenek...
Gambia Kesal Nenek-nenek Inggris Gila Seks Berwisata untuk Berburu Anak Muda
57 Negara Mayoritas...
57 Negara Mayoritas Muslim Bertemu di Gambia Namun Hanya bisa Mengecam Israel
Piala Afrika 2021 Kamerun...
Piala Afrika 2021 Kamerun vs Gambia: Brace Ekambi Bawa Les Lions Indomitables ke Semifinal
Daftar 20 Negara Lolos...
Daftar 20 Negara Lolos Piala Dunia U-20 di Indonesia: Gambia dan Tunisia Lengkapi Wakil Afrika
Taruhan Play Station...
Taruhan Play Station Jadi Motif Pembunuhan Pria Nigeria
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
5 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
7 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
7 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
9 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
10 jam yang lalu
Infografis
Delcy Rodriguez, Presiden...
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela yang Dijuluki Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved