Melawat ke Korsel, Trump Dilaporkan Pertimbangkan Sambangi DMZ

Selasa, 25 Juni 2019 - 15:14 WIB
Melawat ke Korsel, Trump...
Melawat ke Korsel, Trump Dilaporkan Pertimbangkan Sambangi DMZ
A A A
SEOUL - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sedang mempertimbangkan kunjungan ke zona demiliterisasi (DMZ) yang berada di antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) selama kunjungan ke Negeri Gingseng itu pasca KTT G20. Hal itu diungkapkan seorang pejabat pemerintah Korsel.

Seorang pejabat Gedung Biru, sebutan untuk istana presiden Korsel, kepada CNN mengatakan Trump tidak berencana melakukan pertemuan segi tiga dengan Presiden Korsel Moon Jae-in dan Pemimpin Korut Kim Jong-un selama kunjungannya ke Semenanjung Korea. Lawatan itu rencananya akan dilakukan selama dua hari pada Sabtu dan Minggu.

Seorang pejabat Gedung Putih, ketika ditanya tentang rencana kunjungan Trump ke DMZ, memilih untuk tidak mau berkomentar.

"Kami belum membahas rincian jadwal Presiden. Ada beberapa hal yang masih datang bersamaan," kata pejabat itu seperti disitir dari CNN, Selasa (25/6/2019).

DMZ adalah perbatasan yang dijaga ketat yang memisahkan kedua Korea. Wilayah ini terletak sekitar 30 mil sebelah utara Seoul yang didirikan dalam Perjanjian Gencatan Senjata Perang Korea tahun 1953.

Presiden Trump berusaha untuk mengunjungi DMZ selama kunjungan ke Korsel pada bulan November 2017, tetapi terpaksa kembali karena cuaca buruk. Pejabat lain dari pemerintahan AS telah mengunjungi zona demiliterisasi, termasuk Wakil Presiden Mike Pence, mantan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dan mantan Menteri Pertahanan James Mattis.

Para pemimpin yang mengunjungi DMZ sering pergi ke Wilayah Keamanan Bersama, bagian kecil dari DMZ di mana penjaga keamanan Korut dan Korsel biasanya berdiri saling berhadapan, dengan senjata. Mantan Presiden AS Bill Clinton pernah menyebutnya sebagai "tempat paling menakutkan di dunia."

Presiden Moon Jae-in dan Pemimpin Korut Kim Jong-un telah berupaya untuk mengkalibrasi ulang Area Keamanan Bersama sebagai simbol perdamaian dan bukan sebagai perang. Pemimpin kedua Korea bertemu di sana dua kali tahun lalu dan bersumpah untuk mengubah seluruh DMZ menjadi apa yang mereka sebut "zona damai."

Untuk itu, kedua Korea dan Komando PBB yang mengelola bagian selatan DMZ tahun lalu memindahkan semua ranjau dari wilayah tersebut dan menarik semua pos jaga, senjata api, serta amunisi dari Daerah Keamanan Bersama.

Trump dan Kim Jong-un dilaporkan mempertimbangkan untuk menggunakan area tersebut untuk pertemuan bersejarah mereka sendiri sebelum memutuskan melakukan pertemuan di Singapura.

Area Keamanan Bersama menjadi latar belakang KTT pertama Moon Jae-in dan Kim Jong-un pada bulan April, yang terbukti merupakan acara yang sangat koreografer penuh dengan simbolisme.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Trump Ingin AS Memiliki...
Trump Ingin AS Memiliki Lahan Pangkalan Militer di Korea Selatan
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Eks Sekjen PBB: De Facto,...
Eks Sekjen PBB: De Facto, Trump Beri Korut Status Negara Nuklir
Trump Bertemu Presiden...
Trump Bertemu Presiden Korsel tapi Justru Memuji Kim Jong-un Berulang Kali
Berita Terkini
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
31 menit yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
1 jam yang lalu
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
9 jam yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
10 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
11 jam yang lalu
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
12 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved