Putin: Mustahil Trump Kendalikan Rusia agar Terima Sikap AS soal Iran
Senin, 24 Juni 2019 - 08:21 WIB
Putin: Mustahil Trump Kendalikan Rusia agar Terima Sikap AS soal Iran
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Vladimorvich Putin membantah bahwa Donald Trump dapat mengamankan konsesi pada masalah-masalah utama, termasuk soal Iran, dengan menggantungkan prospek pertemuan one-to-one dengannya. Namun, dia menegaskan bahwa Moskow siap untuk pembicaraan baru dengan Washington.
Presiden AS telah berulang kali bersikeras bahwa dia akan berbicara langsung dengan Putin pada pertemuan puncak atau KTT G-20 di Osaka pekan depan. Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa Trump menantikan momen itu.
Kremlin menyatakan bahwa Gedung Putih belum menyelesaikan permintaan diplomatiknya. Putin ditanya dalam wawancara stasiun NTV apakah Trump menggunakan ketidakpastian sebagai peluang untuk mengendalikan Rusia agar melunakkan posisinya soal Iran dan Venezuela.
"Saya tidak berpikir ada orang yang mencoba mengendalikan kita pada hal apa pun, mereka harus mengerti bahwa itu adalah kemungkinan yang sangat mengada-ada. Tetapi kita memang perlu dialog," kata Putin.
Orang nomor satu Kremlin itu mengulangi posisi Moskow bahwa itu tidak akan membuat langkah pertama, terutama setelah Trump membatalkan pertemuan puncak yang dijadwalkan pada KTT G-20 di Argentina tahun lalu.
"Begitu mereka siap untuk berbicara, kami akan dengan senang hati mengembangkan hubungan kami," ujar Putin, yang dilansir Russia Today, Senin (24/6/2019). "Terserah (AS) untuk memutuskan apakah mereka ingin menumbuhkan hubungan dengan Rusia atau tidak."
Rusia dan AS berseberangan dalam dua krisis utama di dunia saat ini. Pertama, soal krisis politik Venezuela, Washington ingin menggulingkan Presiden Nicolas Maduro, yang merupakan sekutu dekat Moskow. Kedua, soal krisis Iran, di mana Putin mengatakan bahwa setiap intervensi bersenjata oleh Barat terhadap Teheran akan menjadi malapetaka.
Presiden AS telah berulang kali bersikeras bahwa dia akan berbicara langsung dengan Putin pada pertemuan puncak atau KTT G-20 di Osaka pekan depan. Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa Trump menantikan momen itu.
Kremlin menyatakan bahwa Gedung Putih belum menyelesaikan permintaan diplomatiknya. Putin ditanya dalam wawancara stasiun NTV apakah Trump menggunakan ketidakpastian sebagai peluang untuk mengendalikan Rusia agar melunakkan posisinya soal Iran dan Venezuela.
"Saya tidak berpikir ada orang yang mencoba mengendalikan kita pada hal apa pun, mereka harus mengerti bahwa itu adalah kemungkinan yang sangat mengada-ada. Tetapi kita memang perlu dialog," kata Putin.
Orang nomor satu Kremlin itu mengulangi posisi Moskow bahwa itu tidak akan membuat langkah pertama, terutama setelah Trump membatalkan pertemuan puncak yang dijadwalkan pada KTT G-20 di Argentina tahun lalu.
"Begitu mereka siap untuk berbicara, kami akan dengan senang hati mengembangkan hubungan kami," ujar Putin, yang dilansir Russia Today, Senin (24/6/2019). "Terserah (AS) untuk memutuskan apakah mereka ingin menumbuhkan hubungan dengan Rusia atau tidak."
Rusia dan AS berseberangan dalam dua krisis utama di dunia saat ini. Pertama, soal krisis politik Venezuela, Washington ingin menggulingkan Presiden Nicolas Maduro, yang merupakan sekutu dekat Moskow. Kedua, soal krisis Iran, di mana Putin mengatakan bahwa setiap intervensi bersenjata oleh Barat terhadap Teheran akan menjadi malapetaka.
(mas)