Protes Rencana Perdamaian Trump, Umat Islam Yordania Turun ke Jalan

Jum'at, 21 Juni 2019 - 23:34 WIB
Protes Rencana Perdamaian...
Protes Rencana Perdamaian Trump, Umat Islam Yordania Turun ke Jalan
A A A
AMMAN - Ratusan umat Islam Yordania turun ke jalan Ibu Kota Amman untuk mengecam rencana perdamaian Washington guna mengakhiri konflik Palestina-Israel. Mereka juga menuntut pemerintah Yordania memboikot konferensi di Bahrain yang dilakukan pada minggu depan.

Sambil memegang bendera Yordania, para demonstran meneriakkan slogan-slogan protes terhadap Amerika Serikat (AS). Di antara para demonstran adalah para pemimpin gerakan Islam arus utama yang mengorganisir jalannya aksi.

Bergerak dari masjid Husseini di pusat kota Amman setelah salat Jumat, para pengunjuk berteriak: "Wahai Trump, wahai Trump, menjauhlah dari kami. Yordania tetap tegar dan kami tidak akan pernah berlutut," seperti dilansir dari Reuters, Jumat (21/6/2019).

Rencana perdamaian "Kesepakatan Abad Ini" yang dijanjikan Presiden AS Donald Trump telah menyentuh saraf politik di Yordania, tempat jutaan warga asal pengungsi Palestina tinggal bersama warga asli Yordania.

Sementara detail dari rencana perdamaian rahasia masih samar, pendekatan Trump telah membangkitkan ketakutan lama dari setiap upaya untuk menyelesaikan konflik dengan cara sesuai keinginan Israel tetapi melupakan hak-hak Palestina dengan mengorbankan Yordania.

Para pemrotes juga meneriakkan slogan-slogan menentang partisipasi Yordania dalam konferensi yang disponsori AS di kerajaan Teluk, Bahrain, Selasa depan. Konferensi itu oleh Washington dianggap sebagai pendahuluan ekonomi atas prakarsa perdamaiannya yang telah lama tertunda.

"Tidak untuk normalisasi dengan Israel ... turun, turun dengan konferensi Bahrain," teriak pemrotes yang marah yang mencampurkan nyanyian pro-Islam dan retorika anti-Barat.

Beberapa demonstran membawa poster bertuliskan "Turun dengan Konferensi Bahrain" ketika ratusan polisi berdiri dan menutup jalan utama di jantung pusat kota ibukota.

Meskipun Yordania akan bergabung dengan konferensi untuk menggelar bagian ekonomi dari rencana Trump, negara itu akan memberikan pesan di sana bahwa tidak ada tawaran tunai dapat menggantikan solusi politik guna mengakhiri pendudukan Israel di Tepi Barat, kata para pejabat.

“Kami datang untuk mengatakan dengan satu suara bahwa sebagai warga Yordania kami menolak konferensi Bahrain. Ini memalukan bagi mereka yang berpartisipasi,” kata Murad al Adaylah, kepala Front Aksi Islam (IAF), sayap politik Ikhwanul Muslimin, kelompok oposisi terbesar di negara itu.

Sementara pihak kerajaan memiliki perjanjian damai dengan Israel dan mempertahankan ikatan keamanan yang kuat, banyak warga Yordania membenci Israel dan mengidentifikasi dengan aspirasi untuk negara Palestina.

Namun beberapa pengusaha dan pejabat secara pribadi mengatakan Yordania yang kesulitan ekonomi dapat mengambil untung dari rencana perdamaian Timur Tengah yang menjanjikan miliaran bantuan dan pembiayaan proyek.
(ian)
Berita Terkait
Raja Yordania Abdullah...
Raja Yordania Abdullah bertemu Trump, Apa Saja Hasilnya?
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Palestina Sambut Gembira...
Palestina Sambut Gembira Kekalahan Donald Trump di Pemilu AS
Berita Terkini
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
23 menit yang lalu
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
1 jam yang lalu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
3 jam yang lalu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
3 jam yang lalu
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved