Erdogan: Kematian Morsi Mencurigakan

Rabu, 19 Juni 2019 - 05:28 WIB
Erdogan: Kematian Morsi...
Erdogan: Kematian Morsi Mencurigakan
A A A
ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan turut menghadiri salat gaib untuk Presiden Mesir yang digulingkan Mohamed Morsi. Morsi menghembuskan nafas terakhirnya saat mengikuti sidang di pengadilan Mesir.

Saat diberikan kesempatan untuk berbicara mengenai Morsi, Erdogan mengungkapkan kecurigaan atas kematiannya.

"Apakah itu kematian normal, atau ada beberapa elemen lain yang terlibat, ini (kematian Morsi) mencurigakan. Secara pribadi, saya tidak percaya bahwa itu adalah kematian normal," kata Erdogan di Masjid Fatih, Istanbul seperti disitir dari laman The Peninsula, Rabu (19/6/2019).

Sejumlah masjid-masjid di seluruh Turki mengadakan salat gaib untuk Morsi, termasuk di dekat Kedutaan Besar Mesir di Ibu Kota Ankara.

Aktivis masyarakat sipil, warga negara dan Muslim dari Mesir, Ethiopia, Somalia, Palestina, Suriah, dan wilayah otonom Xinjiang Uighur di China menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh berbagai organisasi non-pemerintah untuk memberi penghormatan kepada mendiang presiden Mesir itu.

Para peserta membawa tanda Rabia dan poster mengecam pemerintah Mesir dan foto-foto Morsi.

Poster bertuliskan slogan, "Kudeta akan dikalahkan, gerakan Islam akan menang", "Sebab Islam itu abadi" dan "Naikkan suaramu untuk kemanusiaan".

"Hari ini kita telah memenangkan seorang martir di jalan Tuhan," seorang mahasiswa Mesir Mumin Esref mengatakan kepada wartawan atas nama berbagai organisasi setelah salat gaib.

"Tiran menguburnya diam-diam di dini hari, tetapi dia menang," kata Esref.

"Ratapan para underdog yang mati syahid dan diperbudak di ruang bawah tanah Mesir akan menjadi tentara dan sekali lagi menggulingkan otoritas kudeta di Mesir," imbuhnya

Serikat pekerja dan organisasi masyarakat sipil juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Morsi, anggota terkemuka Ikhwanul Muslimin, memenangkan pemilihan presiden secara demokratis pertama Mesir pada 2012.

Namun, setelah hanya satu tahun menjabat, ia digulingkan dan dipenjara dalam kudeta militer berdarah yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan saat itu dan saat ini menjadi Presiden, Abdel Fattah el-Sisi.

Pada saat kematiannya, Morsi menghadapi sejumlah tuntutan hukum, yang menurutnya, bersama sejumlah kelompok hak asasi manusia dan pengamat independen, bermotivasi politis.
(ian)
Berita Terkait
Erdogan Tuding Aksi...
Erdogan Tuding Aksi Mesir dan Uni Emirat Arab di Libya Ilegal
Erdogan Kunjungi Mesir,...
Erdogan Kunjungi Mesir, Pertama Kali dalam 12 Tahun
Sisi dan Erdogan Berjabat...
Sisi dan Erdogan Berjabat Tangan, Awal Hubungan Baru Mesir-Turki
Erdogan dan Presiden...
Erdogan dan Presiden Mesir Bahas Gencatan Senjata Gaza di Pertemuan Mendatang
Mengapa Erdogan Menjadi...
Mengapa Erdogan Menjadi Pemimpin Terkuat di Dunia? Salah Satunya Mendorong Kebangkitan Islam
Bersama Istri, Presiden...
Bersama Istri, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Tiba di Bali
Berita Terkini
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
2 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
5 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
6 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
7 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
8 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
9 jam yang lalu
Infografis
Respons Israel Saat...
Respons Israel Saat Komandan Senior Hamas ‘Bangkit dari Kematian’
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved