Protes Dituduh Dalang Serangan Tanker, Iran Panggil Dubes Inggris
Minggu, 16 Juni 2019 - 08:59 WIB
Protes Dituduh Dalang Serangan Tanker, Iran Panggil Dubes Inggris
A
A
A
TEHERAN - Kementerian Luar Negeri Iran memanggil duta besar (Dubes) Inggris untuk Teheran guna melayangkan protes keras terhadap posisi London atas serangan terhadap dua kapal tanker di dekat perairan Teluk Persia.
Dubes Inggris untuk Iran, Robert Macaire, menghadiri pertemuan di Kementerian Luar Negeri Iran pada Sabtu kemarin. Kehadirannya untuk mendengarkan keberatan Iran terhadap pernyataan Kantor Luar Negeri dan Kekayaan Inggris yang menyalahkan Iran atas serangan pada Kamis lalu di Teluk Oman sebelah tenggara Iran.
Mahmoud Barimani, yang menjabat sebagai Ajudan Menteri dan Kepala Departemen Eropa Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan ia telah meminta Macaire selama pertemuan untuk menjelaskan atau merevisi posisi yang tidak dapat diterima yang diadopsi oleh pemerintah Inggris mengenai masalah ini.
Barimani mengatakan postur seperti itu adalah alasan utama mengapa Inggris menghadapi meningkatnya ketidakpuasan dalam negeri Iran dan di seluruh dunia.
"Reaksi populer terhadap Inggris adalah karena pendekatan negara yang mendukung klaim tak berdasar dari para pejabat Amerika dalam berbagai kasus," kata Barimani.
"Kami mengingatkan pemerintah Inggris tentang perlunya merevisi pendekatannya dan mengadopsi posisi realistis berdasarkan realitas kebijakan Republik Islam Iran," tambahnya seperti disitir dari Press TV, Minggu (16/6/2019).
Macaire berjanji selama pertemuan untuk segera menyampaikan nota protes Iran kepada pemerintahnya, menurut sebuah laporan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA.
Inggris menjadi satu-satunya kekuatan internasional utama yang mengikuti Amerika Serikat (AS) menyalahkan Iran atas serangan-serangan itu. Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt menuduh Teheran "mendestabilisasi" kawasan Timur Tengah.
"Serangan-serangan terbaru ini dibangun di atas pola perilaku Iran yang tidak stabil dan menimbulkan bahaya serius bagi kawasan itu," kata Hunt dalam sebuah pernyataan Jumat.
Sikap pemerintah Inggris itu memicu kritik dari kelompok oposisi. Kelompok oposisi menilai hal itu dapat meningkatkan konflik yang tidak diinginkan di wilayah Teluk Persia.
Pemimpin Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn mengatakan, London memicu krisis yang melibatkan Iran yang terutama merupakan produk kebijakan AS tentang masalah nuklir Iran.
"Inggris harus bertindak untuk meredakan ketegangan di Teluk (Persia), tidak memicu eskalasi militer yang dimulai dengan penarikan AS dari perjanjian nuklir Iran," kata Corbyn dalam sebuah posting di Twitter.
"Tanpa bukti yang dapat dipercaya tentang serangan kapal tanker itu, retorika pemerintah hanya akan meningkatkan ancaman perang," imbuhnya.
Dubes Inggris untuk Iran, Robert Macaire, menghadiri pertemuan di Kementerian Luar Negeri Iran pada Sabtu kemarin. Kehadirannya untuk mendengarkan keberatan Iran terhadap pernyataan Kantor Luar Negeri dan Kekayaan Inggris yang menyalahkan Iran atas serangan pada Kamis lalu di Teluk Oman sebelah tenggara Iran.
Mahmoud Barimani, yang menjabat sebagai Ajudan Menteri dan Kepala Departemen Eropa Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan ia telah meminta Macaire selama pertemuan untuk menjelaskan atau merevisi posisi yang tidak dapat diterima yang diadopsi oleh pemerintah Inggris mengenai masalah ini.
Barimani mengatakan postur seperti itu adalah alasan utama mengapa Inggris menghadapi meningkatnya ketidakpuasan dalam negeri Iran dan di seluruh dunia.
"Reaksi populer terhadap Inggris adalah karena pendekatan negara yang mendukung klaim tak berdasar dari para pejabat Amerika dalam berbagai kasus," kata Barimani.
"Kami mengingatkan pemerintah Inggris tentang perlunya merevisi pendekatannya dan mengadopsi posisi realistis berdasarkan realitas kebijakan Republik Islam Iran," tambahnya seperti disitir dari Press TV, Minggu (16/6/2019).
Macaire berjanji selama pertemuan untuk segera menyampaikan nota protes Iran kepada pemerintahnya, menurut sebuah laporan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA.
Inggris menjadi satu-satunya kekuatan internasional utama yang mengikuti Amerika Serikat (AS) menyalahkan Iran atas serangan-serangan itu. Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt menuduh Teheran "mendestabilisasi" kawasan Timur Tengah.
"Serangan-serangan terbaru ini dibangun di atas pola perilaku Iran yang tidak stabil dan menimbulkan bahaya serius bagi kawasan itu," kata Hunt dalam sebuah pernyataan Jumat.
Sikap pemerintah Inggris itu memicu kritik dari kelompok oposisi. Kelompok oposisi menilai hal itu dapat meningkatkan konflik yang tidak diinginkan di wilayah Teluk Persia.
Pemimpin Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn mengatakan, London memicu krisis yang melibatkan Iran yang terutama merupakan produk kebijakan AS tentang masalah nuklir Iran.
"Inggris harus bertindak untuk meredakan ketegangan di Teluk (Persia), tidak memicu eskalasi militer yang dimulai dengan penarikan AS dari perjanjian nuklir Iran," kata Corbyn dalam sebuah posting di Twitter.
"Tanpa bukti yang dapat dipercaya tentang serangan kapal tanker itu, retorika pemerintah hanya akan meningkatkan ancaman perang," imbuhnya.
(ian)