Situasi Sudan Terus Memanas, WNI Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Sabtu, 08 Juni 2019 - 16:28 WIB
Situasi Sudan Terus Memanas, WNI Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
A
A
A
JAKARTA -
Kementerian Luar Negeri Indonesia mengimbau kepada warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kharotum untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini, dikeluarkan setelah adanya serangkaian aksi kekerasan yang mengakibatkan adanya korban jiwa dan luka-luka di Ibu Kota Sudan, Khartoum.
Dalam sebuah imbauan yang dirilis di aplikasi Safe Travel, seperti dikutip Sindonews pada Sabtu (8/6), Kemlu RI mengatakan imbauan ini juga dikeluarkan karena aksi demonstrasi masih kerap terjadi di Khartoum.
Safe Travel adalah sebuah aplikasi perlindungan WNI yang dirilis oleh Kemlu RI. Selain mendapatkan imbauan, aplikasi mempermudah WNI untuk lapor diri ke kantor perwakilan Indonesia di negara tujuan mereka dan juga bisa mendapatkan informasi mengenai tempat ibadah, tempat makan, dan juga alamat kantor perwakilan Indonesia.
"Kami mengimbau Anda yang berada di Sudan untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari kerumunan massa dan tidak keluar rumah untuk sementara waktu, menyiapkan dokumen penting (paspor, izin tinggal, dsb), menyiapkan stok makanan, dan tidak terlibat dalam kegiatan politik setempat," kata Kemlu RI.
"Bagi Anda yang berencana bepergian ke Sudan, kami mengimbau Anda untuk menunda perjalanan Anda sampai situasi keamanan kembali normal. Apabila Anda saat ini sedang berada di Sudan, segera hubungi KBRI Khartoum di nomor+249 998 998053atau+249 183 564679atau melalui Tombol Darurat aplikasi Safe Travel Kemlu RI," sambungnya.
Sebelumnya diwartakan, korban tewas dari serangan pasukan keamanan Sudan di area protes duduk kelompok demonstran pro-demokrasi di Khartoum pada hari Senin lalu telah meningkat menjadi 100 orang. Komite Pusat Dokter Sudan (CCSD) mengatakan, dari 100 korban tewas, 40 mayat di antaranya dibuang di Sungai Nil.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengimbau kepada warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kharotum untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini, dikeluarkan setelah adanya serangkaian aksi kekerasan yang mengakibatkan adanya korban jiwa dan luka-luka di Ibu Kota Sudan, Khartoum.
Dalam sebuah imbauan yang dirilis di aplikasi Safe Travel, seperti dikutip Sindonews pada Sabtu (8/6), Kemlu RI mengatakan imbauan ini juga dikeluarkan karena aksi demonstrasi masih kerap terjadi di Khartoum.
Safe Travel adalah sebuah aplikasi perlindungan WNI yang dirilis oleh Kemlu RI. Selain mendapatkan imbauan, aplikasi mempermudah WNI untuk lapor diri ke kantor perwakilan Indonesia di negara tujuan mereka dan juga bisa mendapatkan informasi mengenai tempat ibadah, tempat makan, dan juga alamat kantor perwakilan Indonesia.
"Kami mengimbau Anda yang berada di Sudan untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari kerumunan massa dan tidak keluar rumah untuk sementara waktu, menyiapkan dokumen penting (paspor, izin tinggal, dsb), menyiapkan stok makanan, dan tidak terlibat dalam kegiatan politik setempat," kata Kemlu RI.
"Bagi Anda yang berencana bepergian ke Sudan, kami mengimbau Anda untuk menunda perjalanan Anda sampai situasi keamanan kembali normal. Apabila Anda saat ini sedang berada di Sudan, segera hubungi KBRI Khartoum di nomor+249 998 998053atau+249 183 564679atau melalui Tombol Darurat aplikasi Safe Travel Kemlu RI," sambungnya.
Sebelumnya diwartakan, korban tewas dari serangan pasukan keamanan Sudan di area protes duduk kelompok demonstran pro-demokrasi di Khartoum pada hari Senin lalu telah meningkat menjadi 100 orang. Komite Pusat Dokter Sudan (CCSD) mengatakan, dari 100 korban tewas, 40 mayat di antaranya dibuang di Sungai Nil.
(esn)