Jelang Peringatan Tragedi Tiananmen, Taiwan Desak China Bertobat

Senin, 03 Juni 2019 - 16:06 WIB
Jelang Peringatan Tragedi...
Jelang Peringatan Tragedi Tiananmen, Taiwan Desak China Bertobat
A A A
TAIPEI - Pemerintah Taiwan mendesak China untuk sungguh-sungguh bertobat atas tindakan keras dan berdarah terhadap demonstran pro-demokrasi di dalam dan sekitar Tiananmen Square tiga dekade silam. Desakan itu disampaikan Senin (3/6/2019) atau menjelang peringatan tragedi Tiananmen, 4 Juni.

Selasa menandai 30 tahun sejak pasukan China melepaskan tembakan untuk mengakhiri kerusuhan yang dipimpin mahasiswa. Otoritas China melarang peringatan publik atas peristiwa itu di seluruh negeri dan tidak pernah merilis jumlah korban tewas. Perkiraan dari kelompok hak asasi manusia dan saksi jumlah korban tewas ratusan hingga ribuan orang.

"China harus sungguh-sungguh bertobat atas insiden 4 Juni dan secara proaktif mendorong reformasi demokratis," kata Dewan Urusan Daratan Taiwan dalam sebuah pernyataan yang berpotensi membuat Beijing marah.

"Kami dengan sungguh-sungguh menegur pemerintah China untuk menghadapi kesalahan sejarah, dan dengan tulus meminta maaf sesegera mungkin," lanjut pernyataan tersebut, seperti dikutip Reuters.

Meskipun tidak ada tanggapan langsung dari pemerintah Beijing, tabloid pro-pemerintah; Global Times, mengatakan dalam sebuah editorialnya bahwa 4 Juni telah "mengimunisasi China terhadap gejolak".

"Hanya menimpa China sekali, insiden itu belum menjadi mimpi buruk jangka panjang bagi negara ini," tulis media yang diterbitkan oleh surat kabar Partai Komunis China, People's Daily.

"Ini telah menjadi peristiwa sejarah yang pudar, bukan keterjeratan yang sebenarnya," lanjut editorial tersebut mengecam para pembangkang dan orang-orang di luar negeri yang terus membicarakannya.

"Namun, semua suara ini tidak akan berdampak nyata pada masyarakat China. Tindakan kekuatan eksternal sama sekali sia-sia."

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan 4 Juni 1989 merupakan "titik balik bersejarah" bagi China, yang sejak itu mengambil jalan berbeda untuk pembangunan demokrasi.

"Sangat disayangkan, meskipun China telah membuat kemajuan dalam pembangunan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, hak asasi manusia dan kebebasannya masih sangat tertindas," katanya dalam pertemuan dengan para aktivis HAM luar negeri.

"Kami juga sangat peduli tentang perkembangan demokrasi dan hak asasi manusia di China daratan, dan berharap China bisa berjalan ke arah itu," katanya seperti dikutip dalam pernyataan dari Kantor Kepresidenan.

Menteri Pertahanan China Wei Fenghe pada hari Minggu membela penanganan demonstrasi Tiananmen di Beijing, dengan mengatakan pemerintah tegas dalam menghentikan "turbulensi". Pernyataan itu menjadi sebuah pengakuan resmi yang jarang terjadi terkait peristiwa 4 Juni.
(mas)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Hadapi Militer China,...
Hadapi Militer China, Taiwan Mulai Pembangunan Kapal Selam Baru
Rudal DF-26D Pembunuh...
Rudal DF-26D Pembunuh Kapal Induk dari China Bikin Amerika Cemas
China Gelar Patroli...
China Gelar Patroli Tempur Dekat Wilayah Taiwan
Beredar Video Tank dan...
Beredar Video Tank dan Rudal China Dikerahkan ke Dekat Taiwan
Berita Terkini
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
13 menit yang lalu
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
2 jam yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
3 jam yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
3 jam yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
4 jam yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
4 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved