Rudal Canggih AS Ini Bisa Lenyapkan Militer Korut Tanpa Membunuh

Kamis, 30 Mei 2019 - 03:37 WIB
Rudal Canggih AS Ini...
Rudal Canggih AS Ini Bisa Lenyapkan Militer Korut Tanpa Membunuh
A A A
WASHINGTON - Seorang pakar militer memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) dapat membalas ancaman musuh, termasuk Korea Utara (Korut), dengan menggunakan terobosan rudalnya. Senjata terobosan ini diklaim mampu "memusnahkan" kemampuan militer Pyongyang tanpa menyebabkan kematian.

Senjata tersebut bernama Counter-Electronics High Power Microwave Advanced Missile Project (CHAMP) dan terpasang pada rudal jelajah yang dibawa oleh pesawat pengebom B-52.

Senjata microwave itu dilaporkan memiliki jangkauan 700 mil, yang berarti dapat terbang ke negara "nakal", pada ketinggian rendah, dan memancarkan energi gelombang mikro yang memiliki kemampuan untuk menonaktifkan sistem elektronik musuh.

"Ini benar-benar merupakan terobosan pada level senjata nuklir dalam hal apa yang dapat dilakukannya. Korea Utara dapat sepenuhnya dihancurkan dalam hal militernya tanpa membunuh siapa pun," kata penulis dan pakar militer Ronald Kessler kepada OANN.

"Itu hanya akan menetralisir lokasi uji coba nuklir, pusat komando, pesawat, itu akan menghancurkan sistem radar yang mungkin mendeteksi rudal," ujarnya, yang dilansir Express.co.uk, Kamis (30/5/2019).

"Jadi pihak lawan bahkan tidak tahu bahwa rudal ini datang dan tidak bisa mengusirnya."

CHAMP memiliki kemampuan untuk memanggang peralatan elektronik secara permanen dengan menggunakan meriam pulsa elektromagnetik untuk menembakkan seberkas energi yang mampu menyebabkan lonjakan tegangan pada peralatan elektronik.

Kessler menjelaskan rudal itu diam-diam dibuat oleh Boeing's Phantom Works for the US Air Force Research Laboratory.

"Untuk itu dapat digunakan dengan cara terselubung dan untuk benar-benar menghapus seluruh militer yang benar-benar unik. Tentu saja, pihak lain akan mencoba melindungi peralatan mereka," ujarnya.

“Mereka akan mencoba untuk memiliki pusat kendali dan pusat komando di bawah tanah. Tetapi meski begitu rudal ini dapat menghapus isolasi di bawah tanah," paparnya.

Komentar itu muncul setelah Korea Utara melanjutkan uji coba rudal jarak pendeknya. Peluncuran rudal Pyongyang bulan ini adalah yang pertama sejak 2017 dan yang pertama sejak Presiden Donald Trump bertemu pemimpin Korut Kim Jong-un.

"Korea Utara menembakkan beberapa senjata kecil, yang mengganggu beberapa orang saya, dan yang lain, tetapi bukan saya," kata Trump beberapa hari lalu.

Namun, komentarnya bertentangan dengan penasihat keamanan nasionalnya, John Bolton. Bolton mengatakan uji senjata Korea Utara pada bulan ini melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

"Resolusi Dewan Keamanan PBB melarang peluncuran rudal balistik dan tidak ada keraguan bahwa Korea Utara telah melanggar resolusi itu," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Trump Bantah Laporan...
Trump Bantah Laporan yang Menyebut Kim Jong Un Sakit Parah
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Trump Buka Kemungkinan...
Trump Buka Kemungkinan Kembali Bertemu dengan Kim Jong-un
Berita Terkini
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
29 menit yang lalu
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
1 jam yang lalu
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
1 jam yang lalu
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
2 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
3 jam yang lalu
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
3 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved