Pemilu Australia: Petahana Deklarasi Menang, Oposisi Akui Kalah

Sabtu, 18 Mei 2019 - 22:31 WIB
Pemilu Australia: Petahana...
Pemilu Australia: Petahana Deklarasi Menang, Oposisi Akui Kalah
A A A
MELBOURNE - Perdana Menteri (PM) Scott Morrison dari kubu Koalisi Liberal-Nasional yang berkuasa atau kubu petahana mendeklarasikan kemenangan pemilu Australia yang digelar Sabtu (18/5/2019). Kubu oposisi, yakni Partai Buruh mengakui kekalahannya.

Hasil akhir pemilu tidak memungkinkan untuk diketahui dalam beberapa jam. Namun, data exit poll dengan lebih dari 70 persen suara yang telah dihitung menunjukkkan Koalisi Liberal-Nasional unggul dengan memperoleh 74 kursi parlemen. Sedangkan Partai Buruh meraih 66 kursi.

Sebanyak 16,4 juta pemilih terdaftar untuk memberikan suara. Aturan di Australia, pemilih yang terdaftar wajib memberikan suaranya, jika tidak akan dihukum denda.

PM Morrison, yang telah berkampanye memberikan pemotongan pajak dan ketahanan ekonomi Australia, mengklaim kemenangan."Saya selalu percaya pada mukjizat!," katanya, seperti dikutip Reuters.

Morrison mengatakan pemerintahnya bekerja untuk orang Australia yang "bekerja keras", bertujuan untuk memulai sebuah keluarga, membeli rumah dan hidup dengan baik di masa pensiun.

"Ini selalu tentang mereka," katanya. "Ini adalah negara terbaik di dunia (untuk) tempat tinggal."

Sesaat sebelum pidato deklarasi kemenangan Morrison, pemimpin oposisi; Bill Shorten, mengakui kekalahannya."Jelas bahwa (Partai) Buruh tidak akan dapat membentuk pemerintahan berikutnya," katanya.

"Untuk kepentingan nasional, beberapa saat yang lalu, saya menelepon Scott Morrison untuk mengucapkan selamat kepadanya," katanya.

Berbicara di Melbourne, Shorten mengatakan dia tidak akan memperebutkan suara Partai Buruh untuk menjadi pemimpin partai berikutnya. Dia menyerukan para pendukung untuk melanjutkan perjuangan.

Australia telah mengalami enam perubahan perdana menteri selama 12 tahun terakhir, yang sebagian besar merupakan hasil dari pertikaian internal partai.

John Howard, mantan perdana menteri Australia, mengatakan hasil pemilu pada hari Sabtu menunjukkan bahwa orang Australia telah menolak "politik iri hati" Partai Buruh.

Menteri Perbendaharaan Negara Josh Frydenberg mengatakan, "pilihan ekonomi pada pemilu ini adalah jantung dari pikiran pemilih Australia". Ekonomi Australia telah tumbuh secara berurutan selama 28 tahun.
(mas)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Kemampuan Rudal China...
Kemampuan Rudal China Melesat, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Pertahanan Misil
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
24 menit yang lalu
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
1 jam yang lalu
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
2 jam yang lalu
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
3 jam yang lalu
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
4 jam yang lalu
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
5 jam yang lalu
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved