Berunding, Oposisi dan Perwakilan Pemerintah Venezuela Bertolak ke Norwegia

Kamis, 16 Mei 2019 - 10:31 WIB
Berunding, Oposisi dan...
Berunding, Oposisi dan Perwakilan Pemerintah Venezuela Bertolak ke Norwegia
A A A
CARACAS - Perwakilan pemerintah dan oposisi Venezuela dilaporkan telah melakukan perjalanan ke Norwegia untuk mencari solusi dari kebuntuan politik setelah pemberontakan yang gagal terhadap Presiden Nicolas Maduro. Hal itu diungkapkan oleh empat sumber oposisi yang mengetahui hal tersebut.

Perjalanan itu mengisyaratkan kedua pihak kemungkinan mencari pendekatan baru setelah kegagalan berulang kali dialog antara oposisi dan Partai Sosialis yang berkuasa di tengah krisis politik yang terus meningkat.

Menurut sumber-sumber kelompok oposisi Menteri Informasi Venezuela Jorge Rodriguez dan Gubernur negara bagian Miranda Hector Rodriguez dari Partai Sosialis melakukan perjalanan ke Oslo, Norwegia. Sementara anggota parlemen oposisi Stalin Gonzalez, bersama dengan penasihat politik Gerardo Blyde dan Fernando Martinez juga telah pergi ke Norwegia.

Norwegia selama ini kerap terlibat dalam mediasi konflik, termasuk bantuan perjanjian damai Kolombia 2016 antara pemerintah dan pemberontak FARC seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/5/2019).

Pada awal Maret lalu Menteri Luar Negeri Norwegia mengatakan pihaknya siap untuk bertindak sebagai mediator atau fasilitator pembicaraan antara pemerintah Venezuela dan oposisi.

Salah satu sumber mengatakan belum ada pertemuan yang dilakukan. Kedua pihak akan bertemu secara terpisah dengan diplomat Norwegia.

Terkait pertemuan itu, Presiden Nicolas Maduro telah memberi sinyal dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi pemerintah. Maduro mengatakan Jorge Rodriguez tengah menyelesaikan misi yang sangat penting di luar negeri, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pemimpin oposisi Juan Guaido pada Januari lalu mengambil alih kepresidenan sementara, menyebut terpilihnya kembali Maduro pada 2018 lalu sebagai penipuan. Lebih dari 50 negara telah mengakui Guaido sebagai presiden sah negara itu, meskipun ia tidak mengendalikan militer atau fungsi dasar pemerintahan.

Guaido dan sekelompok perwira menyerukan pasukan bersenjata pada 30 April untuk menggulingkan Maduro. Namun, angkatan bersenjata tidak pernah bergabung dengannya dan kudeta pun gagal.

Pemerintah Maduro menyebut peristiwa itu sebagai upaya kudeta dan menuduh sekitar 10 anggota legislatif oposisi melakukan makar karena bergabung dalam aksi unjuk rasa hari itu.

Venezuela telah menderita hiperinflasi yang telah memicu eksodus sekitar 3,5 juta warganya ke negara lain dalam tiga tahun terakhir.
(ian)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas untuk...
Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS di Jakarta
Diam-diam, Sekutu Maduro...
Diam-diam, Sekutu Maduro dan Guaido Lakukan Pembicaraan Rahasia
Negara Ini Kaya Minyak,...
Negara Ini Kaya Minyak, tapi Rakyatnya Miskin dan Menderita
Terlalu Sering Menjilat,...
Terlalu Sering Menjilat, AS Kecam Pemenang Nobel Venezuela sebagai Perusak
Mahkamah Agung Inggris...
Mahkamah Agung Inggris Tolak Klaim Maduro Atas Emas Venezuela
Venezuela Tukar Emas...
Venezuela Tukar Emas dengan Dolar, Dibantu UEA, Mali dan Pesawat Rusia
Berita Terkini
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
1 jam yang lalu
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
3 jam yang lalu
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
7 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
8 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
9 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved