Rusia: Setop Penyelidikan Kejahatan Perang AS, ICC Kehilangan Reputasinya

Kamis, 09 Mei 2019 - 16:04 WIB
Rusia: Setop Penyelidikan...
Rusia: Setop Penyelidikan Kejahatan Perang AS, ICC Kehilangan Reputasinya
A A A
NEW YORK - Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Gennady Kuzmin mengatakan, Moskow ragu bahwa Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dapat mengembalikan reputasinya. Keraguan ini muncul setelah dihentikannya penyelidikan atas tuduhan kejahatan perang Amerika Serikat (AS) di Afghanistan.Pada tanggal 12 April, ICC menghentikan penyelidikan terhadap kemungkinan kejahatan perang AS di Afghanistan. Penghentian ini hanya beberapa minggu setelah pejabat administrasi Trump mengancam akan memberikan sanksi dan menuntut para hakim ICC.ICC berpendapat bahwa karena Washington tidak mungkin untuk bekerja sama, penyelidikan tidak akan melayani kepentingan keadilan, terlepas dari bukti bahwa kejahatan perang kemungkinan telah dilakukan."Bagi mereka yang masih naif percaya pada citra bersinar ICC sebagai juara keadilan, saya akan merekomendasikan agar Anda melihat keputusan para hakim dari 12 April tahun ini," kata Kuzmin, dalam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai Libya, seperti dilansir Sputnik pada kamis (9/5)."Ketakutan saya bahwa setelah vonis yang begitu elegan menggambarkan 'kepentingan keadilan' sebagaimana dipahami oleh ICC, ICC tidak akan pernah dapat mengembalikan reputasinya. Dengan kebijakan peradilan ini, investigasi sehubungan dengan Libya hampir tidak akan dapat mencapai hasil yang kredibel," sambungnya.Terkait dengan Libya, Kuzmin mengatakan, ICC kemungkinan akan memprioritaskan "kepentingan keadilan" dalam penyelidikannya di Libya atas kepentingan para korban dan beratnya kejahatan.Secara khusus, Kuzmin mengatakan bahwa ICC sekarang memiliki hak untuk tidak memulai investigasi jika memiliki keraguan tentang kelayakan penyelidikan, mengingat kurangnya kerjasama dari pihak-pihak yang berkepentingan dan tekanan sanksi terhadap anggota ICC."Selain itu, ICC mungkin tidak memulai penyelidikan jika mengalami kekurangan anggaran. Setiap tahun ICC menjadi faktor yang kurang signifikan di arena internasional. Tidak ada momentum dalam investigasinya, tidak ada hasil," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
1 jam yang lalu
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
1 jam yang lalu
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
2 jam yang lalu
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
2 jam yang lalu
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
3 jam yang lalu
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved