Pengunjung Masjidilharam Dilayani 10.000 Karyawan Selama Ramadhan
Minggu, 05 Mei 2019 - 14:33 WIB
Pengunjung Masjidilharam Dilayani 10.000 Karyawan Selama Ramadhan
A
A
A
RIYADH - Kepala Presidensi Urusan Dua Masjid Suci Arab Saudi, Sheikh Abdulrahman Al-Sudais, mengatakan ribuan karyawan akan dikerahkan untuk melayani pengunjung Masjidilharam selama Ramadhan.
"Lebih dari 10.000 karyawan akan dikerahkan untuk memberikan layanan terbaik bagi para peziarah dan pengunjung. Juga akan ada 46 cendekiawan yang akan memberikan nasihat keagamaan," tulis surat kabar Al-Madina mengutip Al-Sudais pada hari Sabtu, yang dilansir Saudi Gazette, Minggu (5/5/2019).
Sudais mengatakan lebih dari satu juta salinan kitab suci Alquran dalam berbagai bahasa dan ukuran akan ditempatkan di rak-rak di dalam masjid untuk digunakan para jamaah.
Akan ada terjemahan instan dalam 10 bahasa dari 679 ceramah yang akan disampaikan selama bulan Ramadhan. Sebanyak 500.000 headset juga akan disediakan bagi para jamaah yang ingin mendengarkan terjemahan.
Sudais mengatakan area mataf akan menampung lebih dari 107.000 orang per jam. Dia menambahkan bahwa dengan proyek ekspansi ketiga, Masjidilharam memiliki kapasitas untuk menampung lebih dari satu juta jamaah sekaligus.
Kepala presidensi itu melanjutkan, sebanyak 1.460 lemari disediakan untuk orang-orang yang akan melakukan iktikaf di masjid selama bulan Ramadhan. Dia memperkirakan jumlah orang yang akan iktikaf lebih dari 5.000.
Masjidilharam dan Masjid Nabawi, imbuh dia, dilengkapi dengan 50.000 karpet baru, yang semuanya berwarna hijau.
Hari pertama Ramadhan di Arab Saudi akan dimulai hari Senin (6/5/2019), karena bulan sabit yang menjadi tanda masuknya bulan Ramadhan tidak terlihat pada Sabtu malam di wilayah negara tersebut.
Uni Emirat Arab (UEA), yang kebijakan pemerintahnya mengikuti Saudi, juga memberlakukan hal serupa. Bulan sabit kemungkinan akan terlihat di Saudi pada hari Minggu.
Otoritas pemantau bulan di Kerajaan Arab Saudi mengatakan bahwa tidak ada penampakan bulan sabit atau tanda awal Ramadhan pada hari Sabtu.
Awal pekan ini, Mahkamah Agung Saudi telah meminta warga untuk memberi tahu pengadilan terdekat jika mereka melihat bulan sabit Ramadhan dengan mata telanjang atau melalui teropong pada hari Sabtu.
"Kementerian (terkait) mengundang warga dan penduduk untuk mengeksplorasi penampakan bulan suci Ramadhan untuk tahun ini pada Sabtu, 29 Sya'ban 1440—4 Mei 2019. Jika bulan tidak terlihat, maka cari di hari Minggu, 30 Sya'ban 1440—5 Mei 2019," bunyi pengumuman Mahkamah Agung, seperti dikutip Arab News.
"Lebih dari 10.000 karyawan akan dikerahkan untuk memberikan layanan terbaik bagi para peziarah dan pengunjung. Juga akan ada 46 cendekiawan yang akan memberikan nasihat keagamaan," tulis surat kabar Al-Madina mengutip Al-Sudais pada hari Sabtu, yang dilansir Saudi Gazette, Minggu (5/5/2019).
Sudais mengatakan lebih dari satu juta salinan kitab suci Alquran dalam berbagai bahasa dan ukuran akan ditempatkan di rak-rak di dalam masjid untuk digunakan para jamaah.
Akan ada terjemahan instan dalam 10 bahasa dari 679 ceramah yang akan disampaikan selama bulan Ramadhan. Sebanyak 500.000 headset juga akan disediakan bagi para jamaah yang ingin mendengarkan terjemahan.
Sudais mengatakan area mataf akan menampung lebih dari 107.000 orang per jam. Dia menambahkan bahwa dengan proyek ekspansi ketiga, Masjidilharam memiliki kapasitas untuk menampung lebih dari satu juta jamaah sekaligus.
Kepala presidensi itu melanjutkan, sebanyak 1.460 lemari disediakan untuk orang-orang yang akan melakukan iktikaf di masjid selama bulan Ramadhan. Dia memperkirakan jumlah orang yang akan iktikaf lebih dari 5.000.
Masjidilharam dan Masjid Nabawi, imbuh dia, dilengkapi dengan 50.000 karpet baru, yang semuanya berwarna hijau.
Hari pertama Ramadhan di Arab Saudi akan dimulai hari Senin (6/5/2019), karena bulan sabit yang menjadi tanda masuknya bulan Ramadhan tidak terlihat pada Sabtu malam di wilayah negara tersebut.
Uni Emirat Arab (UEA), yang kebijakan pemerintahnya mengikuti Saudi, juga memberlakukan hal serupa. Bulan sabit kemungkinan akan terlihat di Saudi pada hari Minggu.
Otoritas pemantau bulan di Kerajaan Arab Saudi mengatakan bahwa tidak ada penampakan bulan sabit atau tanda awal Ramadhan pada hari Sabtu.
Awal pekan ini, Mahkamah Agung Saudi telah meminta warga untuk memberi tahu pengadilan terdekat jika mereka melihat bulan sabit Ramadhan dengan mata telanjang atau melalui teropong pada hari Sabtu.
"Kementerian (terkait) mengundang warga dan penduduk untuk mengeksplorasi penampakan bulan suci Ramadhan untuk tahun ini pada Sabtu, 29 Sya'ban 1440—4 Mei 2019. Jika bulan tidak terlihat, maka cari di hari Minggu, 30 Sya'ban 1440—5 Mei 2019," bunyi pengumuman Mahkamah Agung, seperti dikutip Arab News.
(mas)