AS Nantikan Sepak Terjang RI sebagai Presiden DK PBB

Senin, 29 April 2019 - 19:24 WIB
AS Nantikan Sepak Terjang...
AS Nantikan Sepak Terjang RI sebagai Presiden DK PBB
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Hubungan Politik, David Hale mengatakan, pihaknya menanti Presidensi Indonesia di Dewan Keamanan (DK) PBB. Hal itu disampaikan Hale saat melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi di Jakarta.

Hale menuturkan, dalam pertemuan itu dia mengawali dengan mengucapkan selamat atas suksesnya pemilu yang dilaksanakan dengan baik, damai. Dia lalu mengatakan, AS tidak pernah meragukan komitmen Indonesia dalam berbagai isu di PBB, khususnya mengenai perdamaian dan sangat menanti kepemimpinan Indonesia di DK PBB.

"Kami menantikan Indonesia menduduki Presidensi DK PBB pada bulan Mei dan sekali lagi komitmen kuat Indonesia dalam berbagai isu di DK PBB, termasuk mengenai pasukan penjaga perdamaian," ucapnya pada Senin (29/4).

Dia kemudian mengatakan, selain membahas mengenai DK PBB, dia dan Retno juga membahas mengenai hubungan antara AS dan Indonesia, yang tahun memasuki usia ke-70.

"Kita memiliki hubungan kerjasama yang sangat kuat, tahun ini kita merayakan 70 tahun hubungan diplomatik dan kami sangat bangga dengan apa yang kita lakukan dalam membantu mencapai tujuan bersama AS dan Indonesia, termasuk mengenai apa yang ingin kita lakukan di Indo-Pasifik," ungkapnya.

"Secara umum, kita mempromosikan tujuan yang sama yakni pengembangan ekonomi, pemerintahan yang baik dan dalam masalah keamanan. Bagi kami, Indonesia adalah pemimpin dalam upaya ini dan kami senang dengan hal itu," sambungnya.

Hale menambahkan, dalam pertemuan itu dia juga menyampaikan apresiasi AS atas komitmen Indonesia dalam hal toleransi. Menurutnya, hal semacam ini adalah hal yang jarang terjadi di kawasan.

"AS juga sangat mengapresiasi komitmen kuat Indonesia dalam hal kebebasan beragama, toleransi dan saling menghormati dan kami melihat ke wilayah ini, hal ini bukanlah hal yang umum terjadi, contohnya seperti yang terjadi di Myanmar, yang terjadi pada orang-orang Rohingya di Rakhine State.Kami juga membicarakan mengenai pelanggaran HAM di barat China, situasi yang buruk di sana, ada hampir satu juta Muslim yang ditahan di dalam kamp," ungkapnya.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
2 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
4 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
5 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
5 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
7 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
7 jam yang lalu
Infografis
4 Tentara AS Tewas saat...
4 Tentara AS Tewas saat Latihan Tempur di Dekat Sekutu Rusia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved