Iran Tengah Rancang dan Produksi Tiga Rudal Baru

Jum'at, 26 April 2019 - 13:58 WIB
Iran Tengah Rancang...
Iran Tengah Rancang dan Produksi Tiga Rudal Baru
A A A
TEHERAN - Iran dilaporkan tengah merancang dan membuat tiga rudal baru berbasis udara. Rudal buatan dalam negeri itu diberi nama Heidar, Qamar-e Bani Hashem dan Dehlaviyeh.

Heidar adalah rudal udara ke darat dengan jangkaian lebih dari 8 km. Rudal ini dapat dipasang pada berbagai jenis sistem untuk menyerang target kendaraan lapis baja, peralatan tempur darat dan konsentrasi pasukan musuh dengan kekuatan penetrasi lebih dari satu meter seperti dikutip dari laman media Iran, Mehr, Jumat (26/4/2019).

Sementara Qamar-e Bani Hashem adalah rudal udara-ke-udara dan udara-ke-darat dengan jangkauan lebih dari 8 km. Rudal ini mempunyai kemampuan menghancurkan target lapis baja, peralatan tempur darat dan pasukan musuh serta juga dapat ditembakkan dalam kegelapan.

Sedangkan Dehlaviyeh adalah peluru kendali udara-ke-darat dengan laser. Rudal ini mempunyai jangkauan lebih dari 8 km dan ringan yang digunakan untuk menghancurkan target lapis baja dengan kemampuan pin-pointing dan daya penetrasi 1,20 meter.

Ketiga rudal itu sekarang dalam tahap pengujian dan akan diproduksi secara massal untuk segera dipasang pada helikopter tempur.

Pada medio Februari lalu, Iran memamerkan rudal balistik baru dengan jangkauan 1.000 kilometer. Misil yang diberi nama Dezful tersebut diproduksi di pabrik rudal bawah tanah.

Baca juga: Iran Pamer Rudal Balistik Baru di Pabrik Bawah Tanah

Iran telah secara sukarela membatasi jangkauan misilnya hingga 2.000 kilometer, tetapi itu masih cukup untuk menghantam musuh bebuyutannya, Israel, dan pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.

Teheran membatasi sebagian besar program nuklirnya di bawah kesepakatan tahun 2015 dengan negara-negara besar, tetapi tetap mengembangkan teknologi rudal balistiknya.

Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir pada bulan Mei dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran. Program rudal Teheran yang berkembang menjadi salah satu alasan Trump untuk keluar dari perjanjian nuklir Iran.

Amerika Serikat selama ini menuduh rezim Teheran melanggar resolusi PBB dengan terus mengembangkan misil balistik.

Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB—yang diadopsi tepat setelah kesepakatan nuklir 2015—menyerukan Iran untuk tidak melakukan kegiatan apa pun yang berkaitan dengan rudal balistik yang dirancang untuk mampu membawa hulu ledak nuklir.

Teheran menegaskan bahwa program pengembangan misilnya murni defensif dan sesuai dengan resolusi DK PBB.
(ian)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
22 menit yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
1 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
2 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
3 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
4 jam yang lalu
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved