Miliki Kesamaan dengan Bangladesh, RI Ingin Tingkatkan Hubungan Dagang

Jum'at, 26 April 2019 - 08:23 WIB
Miliki Kesamaan dengan...
Miliki Kesamaan dengan Bangladesh, RI Ingin Tingkatkan Hubungan Dagang
A A A
DHAKA - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Bangladesh Rina P. Soemarno mengajak Bangladesh untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan ekonomi kedua negara. Menurutnya, hubungan kedua sektor tersebut belum seperti yang diharapkan meski kedua negara memiliki sejumlah kesamaan.

"Bangladesh dan Indonesia adalah dua negara besar di kawasan Asia, (perihal) populasi dan ekonomi keduanya, keduanya dengan situasi politik yang stabil dan ekonomi makro yang sehat serta tumbuh," katanya saat membuka forum IndonesiaFair 2019 di Dhaka, Kamis kemarin.

"Namun, perdagangan dan hubungan ekonomi kita, seperti yang ada sekarang, tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi itu. Kita bisa melakukan yang lebih baik," katanya lagi.

Belum maksimalnya hubungan kedua sektor itulah yang menjadi alasan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dhaka menyelenggarakan lndonesiaFair. Expo ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan KBRI Dhaka setelah acara serupa digelar April 2018 lalu. Bedanya, untuk tahun ini para pengusaha Indonesia terutama dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) didorong tak hanya pameran produk saja, tapi berani berinvestasi di negara Asia selatan tersebut.

"Kami berharap bahwa IndonesiaFair akan meningkatkan visibilitas Indonesia di Bangladesh dan berfungsi sebagai tempat berkumpul komunitas bisnis yang tertarik mempertemukan kedua belah pihak dan untuk saling menemukan, dan bagi publik umum publik untuk mengenal Indonesia lebih baik," ujarnya. ‘

Menteri Perdagangan Bangladesh Mofizul lslam tidak memungkiri hal tersebut. Dia menyinggung kesenjangan perdagangan (trade gap) kedua negara yang menjadi salah satu kendala dalam upaya meningkatan hubungan perdagangan dan ekonomi.

"Indonesia dan Bangladesh merupakan partner bisnis yang sangat baik. Namun, trade gap masih tinggi. Jadi, akan sangat bijak bagi kedua negara meminimalisasi trade gap tersebut," ujarnya.

Menteri Mofizul melanjutkan, Bangladesh adalah tempat yang bagus untuk berinvestasi. Dia mencontohkan pekerja tersedia dan sangat murah. Selain itu, fasilitas suplai listrik dan masyarakatnya sangat mendukung.

"Jadi saya meyakinkan Anda bahwa sangat bermanfaat untukk berinvestasi di negara kami. Indonesia juga negara dengan populasi yangg besar. Saya kira kedua negara bisa lebih mengeksplorasi market tersebut," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Kerja Sama Bilateral...
Kerja Sama Bilateral RI-Bangladesh, Intip Penjelasannya
Timnas Indonesia Ditahan...
Timnas Indonesia Ditahan Imbang Bangladesh
Mirip di Indonesia,...
Mirip di Indonesia, Begini Suasana Mudik di Bangladesh
Pagi Ini, Presiden Jokowi...
Pagi Ini, Presiden Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral dengan Presiden Bangladesh
Indonesia dan Bangladesh...
Indonesia dan Bangladesh Masih Menggunakan BBM Premium
Pertemuan Bilateral,...
Pertemuan Bilateral, Indonesia-Iran Bahas Geopolitik Dunia
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
6 menit yang lalu
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
46 menit yang lalu
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
1 jam yang lalu
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
2 jam yang lalu
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
3 jam yang lalu
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved