Turki Desak Ketulusan Dalam Perang Lawan Terorisme
Rabu, 24 April 2019 - 15:45 WIB
Turki Desak Ketulusan Dalam Perang Lawan Terorisme
A
A
A
ANKARA - Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mendesak semua pihak untuk menunjukan ketulusan dalam upaya memerangi terorisme. Dia mengatakan, hal ini akan akan mencegah semua jenis serangan teroris terlepas dari motivasinya.
Berbicara saat melakukan konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri dan Urusan Eropa Belgia, Didier Reynders mengatakan jika semua pihak tulus memerangi terorisme, maka insiden di Selandia Baru atau Pakistan tidak akan pernah terjadi.
“Jika kita tulus dalam perang melawan terorisme, dan bersatu melawan segala jenis terorisme, tidak akan ada serangan serupa seperti di Christchurch di Selandia Baru atau Sri Lanka," ucap Cavusoglu.
"Kami menentang semua kelompok teror baik itu teroris asing, Partai Pekerja Kurdistan (PKK), YPG dan ISIS, dan kami berjuang melawan semua kelompok itu," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (24/4).
Reynders, untuk bagiannya, mengatakan bahwa Turki dan Belgia perlu berbagi lebih banyak informasi dalam memerangi terorisme. "Turki dan Belgia telah menjadi sekutu sejak lama," ungkapnya.
Reynders juga menekankan bahwa Belgia langsung mengutuk kudeta gagal yang terjadi di Turki pada 2016 lalu, dan menegaskan bahwa PKK dianggap sebagai kelompok teroris oleh UE.
Berbicara saat melakukan konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri dan Urusan Eropa Belgia, Didier Reynders mengatakan jika semua pihak tulus memerangi terorisme, maka insiden di Selandia Baru atau Pakistan tidak akan pernah terjadi.
“Jika kita tulus dalam perang melawan terorisme, dan bersatu melawan segala jenis terorisme, tidak akan ada serangan serupa seperti di Christchurch di Selandia Baru atau Sri Lanka," ucap Cavusoglu.
"Kami menentang semua kelompok teror baik itu teroris asing, Partai Pekerja Kurdistan (PKK), YPG dan ISIS, dan kami berjuang melawan semua kelompok itu," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (24/4).
Reynders, untuk bagiannya, mengatakan bahwa Turki dan Belgia perlu berbagi lebih banyak informasi dalam memerangi terorisme. "Turki dan Belgia telah menjadi sekutu sejak lama," ungkapnya.
Reynders juga menekankan bahwa Belgia langsung mengutuk kudeta gagal yang terjadi di Turki pada 2016 lalu, dan menegaskan bahwa PKK dianggap sebagai kelompok teroris oleh UE.
(esn)