Serangan Minggu Paskah Berdarah Telah Tercium Kepala Polisi Sri Lanka
Minggu, 21 April 2019 - 15:37 WIB
Serangan Minggu Paskah Berdarah Telah Tercium Kepala Polisi Sri Lanka
A
A
A
KOLOMBO - Serangan bunuh diri Minggu Paskah Berdarah ternyata telah diketahui oleh Kepala Polisi Sri Lanka. Ia pun telah mengeluarkan peringatan nasional 10 hari sebelum serangan.
Dalam surat peringatan intelijen yang diperoleh AFP, Kepala Polisi Sri Lanka Pujuth Jayasundara, mengatakan pelaku bom bunuh diri berencana untuk melakukan aksinya di gereja-gereja terkemuka. Peringatan itu dikirimkan kepada perwira tinggi pada 11 April lalu.
"Sebuah agen intelijen asing telah melaporkan bahwa NTJ (National Thowheeth Jama'ath) berencana untuk melakukan serangan bunuh diri yang menargetkan gereja-gereja terkemuka serta komisi tinggi India di Kolombo," bunyi peringatan itu seperti dikutip dari The Straits Times, Minggu (21/4/2019).
NTJ adalah kelompok Muslim radikal di Sri Lanka yang menjadi perhatian tahun lalu ketika dikaitkan dengan vandalisasi patung Buddha.
Setidaknya 156 orang tewas dalam enam serangan bom serentak yang mencakup tiga gereja dan tiga hotel. Meski begitu, kelompok NTJ belum mengeluarkan pernyataan bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Tiga gereja yang dihantam ledakan adalah Gereja St. Anthony di Ibu Kota Kolombo, Gereja St. Sebastian di kota Negombo di luar ibukota dan Gereja Sion di kota Batticaloa di bagian timur Sri Lanka.
Sementara tiga hotel yang diguncang ledakan adalah hotel Cinnamon Grand, Shangri-La dan Kingsbury.
Dalam surat peringatan intelijen yang diperoleh AFP, Kepala Polisi Sri Lanka Pujuth Jayasundara, mengatakan pelaku bom bunuh diri berencana untuk melakukan aksinya di gereja-gereja terkemuka. Peringatan itu dikirimkan kepada perwira tinggi pada 11 April lalu.
"Sebuah agen intelijen asing telah melaporkan bahwa NTJ (National Thowheeth Jama'ath) berencana untuk melakukan serangan bunuh diri yang menargetkan gereja-gereja terkemuka serta komisi tinggi India di Kolombo," bunyi peringatan itu seperti dikutip dari The Straits Times, Minggu (21/4/2019).
NTJ adalah kelompok Muslim radikal di Sri Lanka yang menjadi perhatian tahun lalu ketika dikaitkan dengan vandalisasi patung Buddha.
Setidaknya 156 orang tewas dalam enam serangan bom serentak yang mencakup tiga gereja dan tiga hotel. Meski begitu, kelompok NTJ belum mengeluarkan pernyataan bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Tiga gereja yang dihantam ledakan adalah Gereja St. Anthony di Ibu Kota Kolombo, Gereja St. Sebastian di kota Negombo di luar ibukota dan Gereja Sion di kota Batticaloa di bagian timur Sri Lanka.
Sementara tiga hotel yang diguncang ledakan adalah hotel Cinnamon Grand, Shangri-La dan Kingsbury.
(ian)