Akui Golan Milik Israel, Trump: Kami Membuat Keputusan yang Baik

Minggu, 07 April 2019 - 07:50 WIB
Akui Golan Milik Israel,...
Akui Golan Milik Israel, Trump: Kami Membuat Keputusan yang Baik
A A A
LAS VEGAS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bagaimana ia bisa membuat keputusan kontroversial mengakui pencaplokan Dataran Tinggi Golan oleh Israel. Ia mengatakan keputusan cepat itu diambil setelah mendapatkan pelajaran sejarah singkat.

Berbicara pada pertemuan Koalisi Yahudi Republik di Las Vegas, Trump mengatakan ia membuat keputusan itut selama diskusi dengan penasihat utamanya dalamperdamaian Timur Tengah, termasuk duta besar AS untuk Israel, David Friedman, dan menantunya Jared Kushner.

"Aku berkata, 'Teman, bantu aku. Beri aku sedikit sejarah, cepat. Ingin cepat. Saya punya banyak hal yang sedang saya kerjakan: Cina, Korea Utara. Beri aku (sejarah) secepat kilat,” kata Trump disambut tawa dari kerumunan peserta yang hadir di Las Vegas.

"Bagaimana Anda menyukai gagasan saya mengenali persis apa yang sedang kita diskusikan?" Kata Trump, menceritakan kembali percakapan itu seperti dikutip dari Reuters, Minggu (7/4/2019).

Trump, yang biasanya menuntut pengarahan singkat yang tajam dan dikenal karena menceritakan kisahnya yang penuh warna, mengatakan Friedman terkejut, seperti bayi yang luar biasa dan cantik, dan bertanya kepadanya apakah ia benar-benar akan melakukannya.

"Saya pergi - 'BING!' - itu selesai," kata Trump menggambarkan kecepatan keputusannya.

“Kami membuat keputusan cepat. Dan kami membuat keputusan yang baik," imbuhnya

Ketika Trump bertanya kepada orang banyak siapa yang akan memenangkan pemilu Israel ada teriakan “Bibi!”, panggilan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Saya pikir itu (pemilu) akan menjadi ketat. Dua orang baik," jawab Trump.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Trump bulan lalu. Pada pertemuan 25 Maret lalu itu, Trump menandatangani proklamasi yang secara resmi AS mengakui Dataran Tinggi Golan milik Israel, sebuah keputusan dramatis atas kebijakan selama beberapa dekade negara adikuasa itu.

Langkah yang diumumkan oleh Trump dalam cuitan di hari sebelumnya itu secara luas dilihat sebagai upaya untuk mendorong Netanyahu untuk terpilih kembali pada pemilu 9 April mendatang.

Israel menduduki Golan dalam perang Timur Tengah 1967 dan mencaploknya pada 1981 dalam tindakan yang tidak diakui secara internasional.

Netanyahu saat ini sedang berjuang untuk kelangsungan politiknya melawan mantan jenderal top Benny Gantz, seorang politikus pemula.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Kenapa Presiden Amerika...
Kenapa Presiden Amerika Serikat Selalu Pro-Israel?
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
1 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
2 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
3 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
5 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
5 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
8 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved