Dapat Libur Ekstra, Warga Jepang Malah Tidak Bahagia

Kamis, 04 April 2019 - 11:11 WIB
Dapat Libur Ekstra,...
Dapat Libur Ekstra, Warga Jepang Malah Tidak Bahagia
A A A
TOKYO - Libur ekstra panjang bagi sebagian orang, terutama para pekerja, adalah sesuatu yang tidak ternilai. Namun hal itu tidak berlaku bagi warga Jepang yang mendapatkan libur ekstra untuk menandai turunnya Kaisar Akihito.

Parlemen Jepang menyetujui hari libur ekstra untuk merayakan kenaikan kaisar Naruhito, yang akan dimulai pada 27 April. Libur itu akan digabung dengan hari libur umum nasional reguler nasional yang dikenal sebagai "Golden Week", yang berlangsung hingga 6 Mei.

Meskipun banyak yang telah memesan tiket untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, namun sebagian yang lain menyatakan keprihatinan mereka tentang tidak tahu bagaimana menghabiskan waktu mereka dan terbatasnya tempat penitipan anak.

Sebuah survei yang dilakukan oleh surat kabar Asahi Shimbun menemukan 45 persen warga Jepang merasa tidak bahagia tentang liburan panjang itu, berbanding 35 persen yang mengatakan mereka merasa bahagia.

"Sejujurnya, saya tidak tahu bagaimana menghabiskan waktu ketika kita tiba-tiba diberikan 10 hari liburan," ujar Seishu Sato, seorang karyawan industri keuangan berusia 31 tahun.

"Jika Anda ingin bepergian, itu akan ramai di mana-mana dan biaya tur telah melonjak. Saya mungkin akhirnya tinggal di tempat orang tua saya," imbuhnya seperti dikutip dari Independent, Kamis (4/4/2019).

Seorang agen perjalanan mengatakan kepada kantor berita itu bahwa banyak dari tur mereka telah terjual habis tahun lalu dan mengatakan masih banyak yang masuk dalam daftar tunggu.

“Untuk orang tua di sektor jasa, 10 hari libur adalah sakit kepala. Perawatan setelah sekolah, tempat penitipan anak - semuanya sudah ditutup,” cuit salah satu orang tua.

Survei lain yang dilakukan oleh Expedia pada bulan Oktober dan dilaporkan oleh The Japan Times menemukan banyak yang tidak menantikan hari libur karena mereka harus mengantisipasi pekerjaan rumah tangga tambahan yang perlu mereka lakukan sementara pasangan dan anak-anak mereka tinggal di rumah.

Pengeluaran rekreasi diperkirakan akan meningkat ketika orang terburu-buru untuk membeli barang-barang yang merupakan era "terakhir Heisei" dan pertama dari era "Reiwa" yang baru-baru ini diluncurkan, yang akan dimulai dengan kenaikan kaisar yang sedang menunggu naik tahta.
(ian)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
37 menit yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
1 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
2 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
3 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
3 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved