Rusia Sembunyikan Lokasi Putin dengan Sinyal GPS Palsu

Rabu, 03 April 2019 - 08:27 WIB
Rusia Sembunyikan Lokasi...
Rusia Sembunyikan Lokasi Putin dengan Sinyal GPS Palsu
A A A
MOSKOW - Rusia menggunakan peralatan perang elektronik hampir 10 ribu kali untuk membuat sinyal GPS palsu yang mengirimkan kapal keluar jalur dan menyembunyikan lokasi Presiden Vladimir Putin. Demikian laporan yang dikeluarkan Center for Advanced Defences (C4ADS).

Studi lembaga think tank ini menguraikan hampir 10 ribu contoh di mana teknologi spoofing GPS Rusia memanipulasi sistem navigasi berbasis satelit di kapal, di bandara dan di lokasi lain di luar wilayah yang dikontrol negara itu.

Studi lembaga think tank ini menguraikan hampir 10.000 contoh di mana teknologi spoofing GPS Rusia memanipulasi sistem navigasi berbasis satelit di kapal, di bandara dan di lokasi lain di luar wilayah yang dikontrol negara itu.

C4ADS, sebuah organisasi nirlaba yang menganalisis konflik global dan masalah keamanan, juga melaporkan korelasi erat antara gerakan kepala negara Rusia dan peristiwa spoofing GNSS, menunjukkan teknologi yang digunakan untuk menyembunyikan lokasi Putin.

Dijelaskan oleh majalan elektronik Wired, GNSS - atau sistem satelit navigasi global - adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan semua sistem navigasi berbasis satelit, termasuk GPS, GLONASS Rusia, Galileo Eropa dan Beidou China.

Sementara BBC News melaporkan teknologi spoofing Rusia memanipulasi GNSS untuk meyakini bahwa GNSS berada di tempat lain dengan membanjiri area dengan sinyal radio, menenggelamkan data aktual yang dikirim dari luar angkasa.

C4ADS melakukan penyelidikan yang berlangsung selama 12 bulan, berakhir pada November 2018, menggunakan data yang tersedia untuk umum dan teknologi komersial, termasuk informasi untuk Stasiun Luar Angkasa Internasional, untuk mengungkap 9.883 kasus spoofing GNSS Rusia.

Laporan itu mengatakan setidaknya 1.311 kapal komersial di dalam dan sekitar perairan Rusia mengalami spoofing GPS sejak Februari 2016. Tetapi, karena sebagian besar kapal memiliki metode alternatif untuk melacak lokasi, mereka dapat memperbaiki jalurnya.

"C4ADS mendeteksi sedikitnya 7.910 contoh di mana kapal-kapal korban yang berada di luar perairan Rusia menjadi korban aktivitas spoofing GNSS, yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan navigasi laut," tambah laporan itu seperti dikutip dari Fox News, Rabu (3/4/2019).

Menurut laporan itu teknik spoofing GPS juga digunakan di Suriah dan Crimea, dan, dalam beberapa kasus, digunakan untuk membelokkan drone komersial agar tidak terbang ke wilayah udara sensitif.

Yang paling penting, C4ADS mengungkapkan spoofing GPS Rusia digunakan untuk mengaburkan lokasi Putin ketika ia mengunjungi Jembatan Kerch, juga disebut Jembatan Crimea, pada 15 Mei 2018, dan 15 September 2018. NATO sangat mengkritik pembangunan jembatan yang menghubungkan Rusia dengan Ukraina ini.

"Rusia meningkatkan keunggulan komparatif dalam penggunaan dan pengembangan kemampuan spoofing GNSS yang ditargetkan untuk mencapai tujuan taktis dan strategis di dalam negeri dan di luar negeri," kata laporan itu, menyebabkan banyak orang mempertanyakan dampak yang mungkin ditimbulkan perang elektronik ini jika digunakan pada dasar yang lebih luas di seluruh dunia.
(ian)
Berita Terkait
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia di Istana
Presiden Vladimir Putin...
Presiden Vladimir Putin Perintahkan Pasukannya untuk Siaga Tinggi
Vladimir Putin Umumkan...
Vladimir Putin Umumkan Operasi Militer di Ukraina
Berselimut Salju, Merasakan...
Berselimut Salju, Merasakan Kemegahan Kremlin dan Red Square Destinasi Ikonik Rusia
Presiden Vladimir Putin...
Presiden Vladimir Putin Disebut Bakal Pensiun Tahun Ini Gegara Takut Dikudeta
Presiden Rusia Putin...
Presiden Rusia Putin Belum Pastikan Kehadiran di KTT G20 Bali
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
4 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
5 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
6 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
7 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
9 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
9 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved