Padamkan Kebakaran Hutan, 30 Petugas Damkar China Tewas
Selasa, 02 April 2019 - 07:54 WIB
Padamkan Kebakaran Hutan, 30 Petugas Damkar China Tewas
A
A
A
BEIJING - Sebanyak 30 petugas pemadam kebakaran (damkar) tewas setelah mereka dikirim untuk mengatasi kebakaran hutan di pegunungan terpencil di provinsi Sichuan, China barat daya pada akhir pekan kemarin. Hal itu diungkapkan otoritas setempat awal pekan ini.
"Hampir 700 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api, yang berkobar pada Sabtu di medan curam di ketinggian sekitar 4.000 meter di daerah Muli," kata kementerian manajemen darurat China seperti disitir dari AFP, Selasa (2/4/2019).
"Tim penyelamat telah menemukan 30 mayat petugas pemadam kebakaran yang sebelumnya dinyatakan hilang," sambung kementerian itu di akun resmi Weibonya.
Kementerian itu dalam pernyataan sebelumnya mengatakan pemerintah setempat kehilangan kontak dengan 30 petugas pemadam kebakaran Minggu sore setelah perubahan arah angin secara tiba-tiba memicu bola api besar.
Rekaman yang ditayangkan oleh stasiun televisi CCTV menunjukkan gumpalan asap yang berasal dari daerah pegunungan yang berhutan.
Sementara itu kebakaran hutan terpisah yang berlangsung dua hari di provinsi Shanxi di utara berhasil dikendalikan pada hari Minggu, kata kantor berita resmi Xinhua.
Lebih dari 9.000 orang diungsikan dari rumah mereka karena kebakaran yang tidak menimbulkan korban jiwa itu.
Hampir 3.000 petugas pemadam kebakaran memadamkan kebakaran hutan lainnya di pinggiran Beijing, pada Minggu kemarin. Tidak ada korban yang dilaporkan dalam kebakaran, yang dimulai hari Sabtu dan tersebar di daerah seluas 42,7 hektar.
Xinhua melaporkan Pusat Meteorologi Nasional China telah memperingatkan suhu yang lebih hangat dan curah hujan yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya telah meningkatkan risiko kebakaran hutan di utara negara itu.
Pada bulan Mei 1987, kebakaran hutan paling mematikan dalam sejarah China menewaskan 119 di timur laut provinsi Heilongjiang, melukai 102 dan menyebabkan 51.000 kehilangan tempat tinggal.
"Hampir 700 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api, yang berkobar pada Sabtu di medan curam di ketinggian sekitar 4.000 meter di daerah Muli," kata kementerian manajemen darurat China seperti disitir dari AFP, Selasa (2/4/2019).
"Tim penyelamat telah menemukan 30 mayat petugas pemadam kebakaran yang sebelumnya dinyatakan hilang," sambung kementerian itu di akun resmi Weibonya.
Kementerian itu dalam pernyataan sebelumnya mengatakan pemerintah setempat kehilangan kontak dengan 30 petugas pemadam kebakaran Minggu sore setelah perubahan arah angin secara tiba-tiba memicu bola api besar.
Rekaman yang ditayangkan oleh stasiun televisi CCTV menunjukkan gumpalan asap yang berasal dari daerah pegunungan yang berhutan.
Sementara itu kebakaran hutan terpisah yang berlangsung dua hari di provinsi Shanxi di utara berhasil dikendalikan pada hari Minggu, kata kantor berita resmi Xinhua.
Lebih dari 9.000 orang diungsikan dari rumah mereka karena kebakaran yang tidak menimbulkan korban jiwa itu.
Hampir 3.000 petugas pemadam kebakaran memadamkan kebakaran hutan lainnya di pinggiran Beijing, pada Minggu kemarin. Tidak ada korban yang dilaporkan dalam kebakaran, yang dimulai hari Sabtu dan tersebar di daerah seluas 42,7 hektar.
Xinhua melaporkan Pusat Meteorologi Nasional China telah memperingatkan suhu yang lebih hangat dan curah hujan yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya telah meningkatkan risiko kebakaran hutan di utara negara itu.
Pada bulan Mei 1987, kebakaran hutan paling mematikan dalam sejarah China menewaskan 119 di timur laut provinsi Heilongjiang, melukai 102 dan menyebabkan 51.000 kehilangan tempat tinggal.
(ian)