Puluhan Ribu Demonstran Bergabung Tandai Satu Tahun Great March of Return

Minggu, 31 Maret 2019 - 00:40 WIB
Puluhan Ribu Demonstran...
Puluhan Ribu Demonstran Bergabung Tandai Satu Tahun Great March of Return
A A A
GAZA - Sekitar 30 ribu warga Palestina berkumpul di sepanjang pagar Jaur Gaza untuk sebuah demonstrasi massa yang menandai satu tahun demonstrasi mingguan yang bertujuan untuk menghancurkan blokade Israel-Mesir.

Militer Israel mengatakan para pemrotes melemparkan batu dan alat peledak ke pagar dan membakar ban. Ditambahkan bahwa sebagian besar demonstran bertahan di perkemahan jauh dari pagar perbatasan.

Militer Israel mengatakan mereka merespons dengan cara pembubaran kerusuhan dan menembakkan sesuai dengan prosedur operasi standar, seperti dikutip dari CBS News, Minggu (31/3/2019).

Dalam banyak hal, hari Sabtu adalah ujian, seth Doane. Israel tidak ingin melihat kekerasan meningkat, terutama sekitar seminggu sebelum pemilihan utama nasional.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang mencari masa jabatan keempat berturut-turut dalam pemilihan 9 April nanti. Namun ia menghadapi tantangan serius dari sekelompok mantan kepala pasukan yang mengkritik apa yang mereka katakan kebijakan yang gagal di Gaza. Dalam bentangan akhir kampanye, Netanyahu perlu menjaga perbatasan Israel-Gaza, tanpa terlihat membuat konsesi untuk Hamas. Netanyahu menerima kritik keras minggu ini atas apa yang dilihat sebagai respons lunak terhadap tembakan roket baru dari Gaza.

Sementara itu, Hamas menghadapi kerusuhan yang tumbuh di Gaza sebagai akibat dari kondisi yang memburuk setelah lebih dari satu dekade penutupan perbatasan Israel dan Mesir. Hamas, yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Israel, berada di belakang aksi protes hari Sabtu, bahkan membawa peserta dengan bus tetapi juga mendorong mereka untuk tetap tenang.

Para pemrotes berteriak menentang apa yang mereka sebut pengepungan Gaza. Israel telah menutup Jalur Gaza yang sempit karena masalah keamanan, yang mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan di sana, dari makanan hingga listrik hingga kemampuan untuk bebas datang dan pergi. Sekitar setengah dari warga Gaza menganggur.

Para negosiator Mesir telah berada di Gaza minggu ini berusaha untuk menengahi kesepakatan yang akan menawarkan listrik yang lebih baik bagi Palestina, zona penangkapan ikan yang diperluas, bahan bakar untuk pembangkit listrik dan bantuan keuangan asing. Sebagai gantinya, Israel menuntut protes pada hari Sabtu agar tidak mengandung kekerasan dan Palestina berhenti menembakkan roket ke Israel.

Ketegangan meningkat minggu ini setelah Palestina menembakkan roket ke Israel tengah, menghantam sebuah rumah dan melukai tujuh lainnya. Israel membalas dengan serangan udara.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
6 menit yang lalu
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
46 menit yang lalu
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
1 jam yang lalu
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
1 jam yang lalu
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
2 jam yang lalu
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
2 jam yang lalu
Infografis
3 Pangdam Jebolan Akmil...
3 Pangdam Jebolan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan KSAD Jenderal TNI Maruli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved