Ledek TNI, Separatis Papua Ancam Lakukan Serangan Lebih Banyak

Kamis, 28 Maret 2019 - 12:33 WIB
Ledek TNI, Separatis...
Ledek TNI, Separatis Papua Ancam Lakukan Serangan Lebih Banyak
A A A
JAKARTA - Kelompok separatis Papua Barat mengancam akan melakukan serangan lebih banyak di jalan-jalan trans-Papua di wilayah Nduga. Dalam ancamannya melalui video, kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) meledek Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tidak mampu menemukan mereka di wilayah pegunungan.

Jalan-jalan trans-Papua merupakan proyek pembangunan utama pemerintah Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Mengutip laporan AP, Kamis (28/3/2019), video ancaman tersebut menunjukkan sekitar 40 orang dari kelompok separatis, yang beberapa di antaranya membawa senapan serbu militer Indonesia.

Dalam video itu, seorang pria yang berdiri di sebelah komandan pasukan TPNPB membacakan pernyataan yang meledek militer Indonesia karena tidak mampu para anggota TPNPB meskipun mereka berada di daerah pegunungan yang sama.

Pasukan militer Indonesia telah dikerahkan ke Nduga sejak serangan kelompok separatis tersebut menewaskan 19 orang yang bekerja di jalan raya trans-Papua pada bulan Desember lalu.

Sementara itu, United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) mendesak semua orang Papua di Indonesia untuk memboikot pemilihan umum (pemilu) 17 April mendatang. Desakan itu disampaikan Ketua ULMWP, Benny Wenda, yang saat ini berada di Inggris.

Benny Wenda mengatakan orang Papua tidak menginginkan penguasa kolonial Indonesia yang baru. Sebaliknya, mereka menginginkan "kemerdekaan".

“Pemilihan ini bukan untuk rakyat Papua, itu untuk Indonesia. Saya menyerukan kepada semua orang saya, baik kaya atau miskin, pegawai negeri sipil atau pekerja, militer atau sipil, dari desa atau kota, untuk memboikot pemilu Indonesia secara damai pada 17 April," seru Benny Wenda, seperti dikutip Asia Pacific Report.

Pemilu 17 April mendatang digelar untuk memilih presiden dan wakilnya serta para anggota DPR. Kandidat presiden petahana Jokowi bersama pasangannya Ma'ruf Amin akan bersaing dengan kandidat presiden Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Sandiaga Uno.

"Kami menghormati hak Indonesia untuk mengadakan pemilihan di wilayahnya sendiri, tetapi kami akan menentang pemilihan kolonial ketika itu dipaksakan pada kami," kata Benny Wenda

"Kami telah mencoba berpartisipasi dalam pemilihan tuan kolonial sebelumnya, tetapi kami masih terbunuh, disiksa dan didiskriminasi setiap hari," lanjut dia.

Pemerintah Indonesia menegaskan Papua adalah bagian dari Republik Indonesia dan warga Papua adalah peserta dalam sistem demokrasi di Indonesia.
(mas)
Berita Terkait
Sampaikan Outlook Perekonomian...
Sampaikan Outlook Perekonomian Indonesia, Jokowi Pamer Ekonomi Indonesia Tumbuh 5%
Pertemuan Bilateral,...
Pertemuan Bilateral, Indonesia-Iran Bahas Geopolitik Dunia
Pengamat Militer: Jokowi...
Pengamat Militer: Jokowi Harus Stop Cawe-Cawe Terlalu Jauh
Presiden Jokowi Sebut...
Presiden Jokowi Sebut Indonesia Miliki Cadangan Tembaga Terbesar di Dunia
Presiden Jokowi Kunjungi...
Presiden Jokowi Kunjungi Hannover Messe 2023 dan Resmikan Paviliun Indonesia
Perjuangkan Kebebasan...
Perjuangkan Kebebasan Palestina, Jokowi Sebut Indonesia Konsisten Politik Bebas Aktif
Berita Terkini
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
11 menit yang lalu
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
28 menit yang lalu
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
43 menit yang lalu
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
1 jam yang lalu
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
1 jam yang lalu
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
1 jam yang lalu
Infografis
Serangan Balasan, Iran...
Serangan Balasan, Iran Akan Gunakan Hulu Ledak Lebih Kuat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved