Robert Mueller Sudah Rampungkan Laporan Investigasi Trump-Rusia

Sabtu, 23 Maret 2019 - 05:58 WIB
Robert Mueller Sudah...
Robert Mueller Sudah Rampungkan Laporan Investigasi Trump-Rusia
A A A
WASHINGTON - Jaksa Khusus Robert Mueller telah menyelesaikan laporan investigasi tentang dugaan kolusi Rusia dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump. Laporan yang telah ditunggu-tunggu publik Amerika itu sudah diserahkan kepada Jaksa Agung AS.

Investigasi Mueller selama ini telah menjerat tokoh-tokoh kunci termasuk mantan ketua timp kampanye Trump; Paul Manafort, mantan pengacara pribadi Trump; Michael Cohen, dan mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn.

Laporan yang masih dirahasiakan itu menandai akhir dari investigasi Mueller, namun menciptakan panggung untuk pertarungan publik AS secara besar-besaran di masa yang akan datang.

Setelah berada di tangan Jaksa Agung, laporan investigasi itu nantinya akan dipaparkan kepada Kongres dan kemungkinan besar bisa langsung diserahkan ke pengadilan federal.

Departemen Kehakiman mengatakan Mueller menyampaikan laporan terakhirnya kepada Jaksa Agung William Barr dan secara resmi menyimpulkan penyelidikannya tentang dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu AS 2016 dan dugaan koordinasi Rusia dengan tim Trump.

Laporan itu sekarang akan ditinjau oleh Barr. Barr akan menulis catatannya sendiri untuk mengomunikasikan temuan Mueller kepada Kongres dan publik Amerika.

Barr mengatakan dia bisa merilis catatannya untuk Kongres paling cepat akhir pekan ini.

"Langkah selanjutnya tergantung pada Jaksa Agung Barr, dan kami menantikan prosesnya. Gedung Putih belum menerima atau diberi pengarahan tentang laporan Jaksa Khusus," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders, dikutip ABC News, Sabtu (23/3/2019).

Di bawah peraturan yang mengatur penyelidikan Jaksa Khusus, Jaksa Agung AS harus berbagi garis besar laporan Mueller dengan para pemimpin Komite Peradilan Kongres.

Kendati demikian, menjadi hak Jaksa Agung untuk menentukan apa yang harus dipublikasikan dari laporan Mueller.

"Saya tetap berkomitmen pada transparansi sebanyak mungkin, dan saya akan terus memberi Anda informasi tentang status ulasan saya," kata Barr kepada para politisi Kongres dalam sebuah surat.

Ketua DPR atau Parlemen Nancy Pelosi dan pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer mengatakan sangat penting bahwa laporan lengkap diumumkan dan Gedung Putih tidak berperan dalam menentukan apa yang harus dirilis.

"Rakyat Amerika memiliki hak atas kebenaran. Kata sandinya adalah transparansi," kata Pelosi dan Schumer dalam pernyataan bersama.

Seorang pejabat Departemen Kehakiman, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan Mueller tidak merekomendasikan dakwaan lebih lanjut.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
12 menit yang lalu
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
1 jam yang lalu
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
2 jam yang lalu
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
3 jam yang lalu
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
3 jam yang lalu
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
3 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved