Pengemudi Membajak dan Membakar Bus Sekolah di Italia

Jum'at, 22 Maret 2019 - 11:30 WIB
Pengemudi Membajak dan...
Pengemudi Membajak dan Membakar Bus Sekolah di Italia
A A A
MILAN - Bus sekolah yang penuh dengan pelajar dibajak dan dibakar oleh pengemudi busnya pada Rabu (20/3) untuk memprotes nasib yang dialami para migran yang tenggelam di Laut Mediterania. Sebanyak 51 anak di bus itu dapat keluar dari bus tanpa terluka sebelum bus itu hangus terbakar di pinggiran Milan. Kepolisian menyebut pengemudi bus itu bernama Ousseynou Sy, 47, warga Italia asal Senegal.

“Dia berteriak, ‘Hentikan kematian di laut, saya akan melakukan pembantaian’,” papar juru bicara kepolisian Italia Marco Palmieri mengutip pernyataan Sy pada polisi yang menangkapnya. Video yang diunggah portal berita Italia menunjukkan pengemudi menabrakkan bus ke sejumlah mobil di jalan raya sebelum bus itu dibakar. Anak-anak lari menjauh dari bus itu sambil berteriak dan mengatakan “selamatkan diri”.

Seorang anak menjelaskan, pengemudi itu mengancam menyiram bahan bakar pada mereka dan membakar mereka. Seorang anak pun menelepon polisi yang bergegas ke lokasi kejadian dan memecah jendela bus agar semua orang bisa selamat. Palmieri menjelaskan, beberapa anak dibawa ke rumah sakit sebagai langkah pencegahan karena mereka mengalami memar atau dalam keadaan terguncang. Meski demikian, tak ada anak yang mengalami luka serius.

Seorang guru yang bersama para pelajar sekolah menengah pertama (SMP) itu menjelaskan, pengemudi ingin ke landasan di bandara Linate, Milan. Seorang murid perempuan menjelaskan, Sy menyalahkan Deputi Perdana Menteri (PM) Matteo Salvini dan Luigi Di Maio atas kematian para migran Afrika di laut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 2.297 migran tenggelam atau hilang di Laut Mediterania pada 2018 saat mereka mencoba ke Eropa. Pejabat keamanan Libya menjelaskan, sebanyak 10 migran meninggal saat perahu mereka karam di pantai Libya dekat Kota Sabratha. Pemerintah Italia menutup pelabuhannya untuk kapal-kapal penyelamat yang mengambil para migran di lepas pantai Libya.

Salvini menyatakan, kebijakan itu membantu mengurangi kematian migran karena jauh lebih sedikit orang yang kini melintasi laut untuk ke Eropa. Berbagai kelompok hak asasi manusia (HAM) menyatakan kematian para migran mungkin meningkat karena saat ini kapal-kapal penyelamat kesulitan beroperasi untuk membantu para pengungsi.
(don)
Berita Terkait
Lubang Misterius Telan...
Lubang Misterius Telan Sejumlah Kendaraan Di Napoli, Italia
Derby della Madoninna...
Derby della Madoninna Tanpa Pemenang, AC Milan Puas Imbangi Inter
Genoa Resmi Rekrut Legenda...
Genoa Resmi Rekrut Legenda AC Milan jadi Pelatih
Gasak Cagliari, Juventus...
Gasak Cagliari, Juventus Dekati 5 Besar Klasemen Liga Italia
Mengintip Jersey Anyar...
Mengintip Jersey Anyar Inter Milan
Bos Mafia yang Ditakuti...
Bos Mafia yang Ditakuti Tertangkap, Italia Semringah
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
35 menit yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
2 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
2 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
3 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
4 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
5 jam yang lalu
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved