Suriah Tolak Laporan Serangan Klorin Mematikan di Douma

Jum'at, 08 Maret 2019 - 16:08 WIB
Suriah Tolak Laporan...
Suriah Tolak Laporan Serangan Klorin Mematikan di Douma
A A A
DAMASKUS - Rezim Suriah menolak laporan badan pengawasn senjata kimia dunia yang mengkonfirmasi digunakannya klorin dalam serangan di kota Douma pada April 2018 lalu.

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, OPCW, Jumat lalu mengatakan Jumat ada alasan masuk akal untuk mempercayai bahan kimia beracun yang mengandung "klor reaktif" telah digunakan dalam serangan itu. Menurut saksi mata serangan itu menewaskan 43 orang.

Baca juga: OPCW Temukan Penggunaan Senjata Kimia dalam Serangan Douma

Dikatakan dua silinder yang kemungkinan berisi bahan kimia itu telah menghantam blok perumahan di Douma, yang saat itu dikuasai oleh kelompok pemberontak.

Meski begitu, OPCW tidak memiliki mandat untuk menyebutkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu. Namun sejumlah negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) menyalahkan pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sebagai tanggapan trio AS, Inggris dan Prancis melancarkan serangan udara pada instalasi militer rezim Damaskua.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Suriah mengatakan bahwa pemerintah menolak temuan OPCW secara keseluruhan. Pejabat itu meminta negara-negara anggota OPCW untuk mengecam laporan palsu semacam itu, yang kurang kredibilitas, menuduh OPCW bias dan tidak obyektif, seperti dilaporkan kantor berita negara SANA.

Ini adalah tanggapan resmi pertama terhadap laporan OPCW.

Laporan tersebut didasarkan pada kunjungan inspektur OPCW ke Douma. Tim mengambil lebih dari 100 sampel dari tujuh lokasi di kota itu, yang telah ditolak oleh rezim selama beberapa minggu.

OPCW mengatakan pihaknya mencapai kesimpulan berdasarkan pada kesaksian saksi, hasil analisis sampel lingkungan dan biomedis, analisis toksikologis dan balistik dari para ahli.

Laporan itu juga membantah klaim pemerintah Suriah bahwa gas itu berasal dari fasilitas dan gudang senjata kimia milik pemberontak di daerah itu.

"Dari analisis informasi yang dikumpulkan selama kunjungan di lokasi ke gudang dan fasilitas yang diduga memproduksi senjata kimia, tidak ada indikasi salah satu fasilitas yang terlibat dalam pembuatan zat kimia," bunyi laporan itu.

Juru bicara kementerian luar negeri yang dikutip oleh SANA mengatakan para penyelidik memalsukan informasi.

"Ini dibuktikan dengan penolakan mereka bahwa kelompok-kelompok teroris bersenjata memiliki bahan kimia beracun meskipun mereka menemukan bahan kimia semacam itu di gudang-gudang milik pemberontak," ujarnya yang disitir Frace24, Jumat (8/3/2019).

OPCW telah menyelidiki beberapa serangan kimia selama perang saudara Suriah selama delapan tahun, dan sebelumnya telah mengkonfirmasi penggunaan klorin, mustard belerang, dan sarin sebagai senjata kimia dalam sejumlah insiden lain.

Organisasi itu sebelumnya tidak memiliki mandat untuk menetapkan tanggung jawab atas serangan, tetapi sejak itu telah diberikan wewenang untuk menyelidiki tanggung jawab atas semua serangan kimia di Suriah kembali ke 2014.

Perang multi-front Suriah telah menewaskan lebih dari 360 ribu orang sejak dimulai pada tahun 2011 dengan rezim Presiden Bashar al-Assad menumpas protes.
(ian)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
43 menit yang lalu
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
1 jam yang lalu
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
2 jam yang lalu
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
3 jam yang lalu
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
4 jam yang lalu
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved