Kalashnikov Siap Produksi 750.000 Senapan AK-203 untuk India

Senin, 04 Maret 2019 - 09:18 WIB
Kalashnikov Siap Produksi...
Kalashnikov Siap Produksi 750.000 Senapan AK-203 untuk India
A A A
NEW DELHI - Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi meresmikan pabrik Kalashnikov yang akan memproduksi sekitar 750.000 senapan serbu AK-203 untuk tentara lokal. Pasukan negara itu secara bertahap sedang mengganti senapan serbu yang sudah tua.

Kalashnikov adalah perusahaan Rusia yang dikenal sebagai produsen senapan serbu AK-47 yang kerap dijuluki sebagai "senapan sejuta umat". Julukan itu melekat karena AK-47 diminati berbagai tokoh dunia, dari presiden, bos mafia hingga pemimpin kelompok teroris.

Pabrik Kalashnikov India yang diresmikan PM Modi terletak di timur laut negara bagian Uttar Pradesh. Peresmian dilakukan Modi dan petinggi militer di kota Amethi pada hari Minggu.

PM Modi mengatakan senapan terbaru Kalashnikov akan membantu pasukan India melawan kelompok-kelompok teroris dan separatis.

Dalam peresmian itu Modi memuji Presiden Rusia Vladimir Putin yang dia sebut sebagai "teman". "Usaha ini dimungkinkan dalam waktu yang singkat dengan dukungannya," kata Modi mengacu pada Putin, seperti dikutip Russia Today, Senin (4/3/2019).

Putin dalam sebuah pernyataan mengatakan, Kalashnikov yang memproduksi senapan di tanah India akan memberikan dorongan bagi industri pertahanan lokal, mengembangkan pengetahuan dan menciptakan lapangan kerja baru.

Pabrik senapan itu dijalankan bersama oleh Dewan Pabrik India (OAB) India dan Kalashnikov Concern Rusia. Kalashnikov India sudah memiliki lisensi untuk memproduksi 750.000 senapan AK-203.

AK-203 adalah senapan serbu yang dibuat berdasarkan model AK-100. Senapan terbaru ini tetap mewarisi banyak properti dari versi AK-74 yang lebih tua. Sedangkan kecepatan dan keandalan moncong senapan sebagian besar tetap sama. Sedangkan keakuratan dan ergonomisnya meningkat secara dramatis.

Militer India telah lama berupaya untuk mengganti senjata api standarnya, senapan INSAS 5.56mm. Senjata itu dikembangkan sendiri pada akhir 1980-an.
(mas)
Berita Terkait
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia di Istana
Presiden Vladimir Putin...
Presiden Vladimir Putin Perintahkan Pasukannya untuk Siaga Tinggi
Vladimir Putin Umumkan...
Vladimir Putin Umumkan Operasi Militer di Ukraina
Berselimut Salju, Merasakan...
Berselimut Salju, Merasakan Kemegahan Kremlin dan Red Square Destinasi Ikonik Rusia
Presiden Vladimir Putin...
Presiden Vladimir Putin Disebut Bakal Pensiun Tahun Ini Gegara Takut Dikudeta
Presiden Rusia Putin...
Presiden Rusia Putin Belum Pastikan Kehadiran di KTT G20 Bali
Berita Terkini
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
52 menit yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
1 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
3 jam yang lalu
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
3 jam yang lalu
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
4 jam yang lalu
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved