Separatis Papua Bakar Eskavator BUMN Indonesia dan Umbar Tembakan

Sabtu, 02 Maret 2019 - 09:59 WIB
Separatis Papua Bakar...
Separatis Papua Bakar Eskavator BUMN Indonesia dan Umbar Tembakan
A A A
JAKARTA - Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) membakar eskavator milik Istaka Karya, perusahaan konstruksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang beroperasi di Nduga. Menurut militer Indonesia, pasukan separatis itu juga mengumbar tembakan dalam aksinya.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Infantri Muhammad Aidi mengatakan ulah pasukan separatis itu terjadi hari Selasa lalu.

Serangan terhadap peralatan Istaka Karya di Kabupaten Nduga terjadi menyusul pembantaian terhadap 16 karyawannya di sana oleh pasukan separatis pada bulan Desember lalu. Kelompok separatis berdalih belasan orang yang mereka bantai adalah anggota militer Indonesia yang menyamar sebagai pekerja sipil.

Setelah pembantaian itu, ratusan pasukan militer dan polisi Indonesia dikerahkan ke wilayah itu untuk memburu kelompok separatis bersenjata tersebut.

Kolonel Infantri Muhammad Aidi mengatakan eskavator yang dibakar pasukan separatis adalah peralatan yang sudah rusak di distrik Yigi. Dia mengonfirmasi bahwa pasukan separatis itu juga melepaskan beberapa tembakan saat beraksi.

Ketika tentara militer Indonesia tiba, lanjut Muhammad Aidi, para pemberontak melarikan diri tanpa baku tembak.

Sementara itu, seorang juru bicara untuk TPNPB, Sebby Sambon, membantah klaim militer Indonesia. Menurutnya, sejumlah personel militer dan polisi Indonesia terluka dalam baku tembak yang berlangsung pada Selasa malam dan Rabu pagi.

Namun, Sambon seperti dikutip radionz.co.nz, Jumat (1/3/2019), mengatakan bahwa dia hanya menerima laporan awal dan tidak diverifikasi dari para pejabat TPNPB.

Sambon mengatakan pertempuran itu terjadi setelah ultimatum diberikan oleh Tentara Pembebasan Papua Barat kepada militer dan polisi Indonesia. Kelompok separatis itu memberikan ultimatum yang mencakup tuntutan agar semua warga non-Papua meninggalkan Nduga dan bendera Indonesia diturunkan di seluruh kabupaten.

Dalam sebuah pernyataan, Komandan Tentara Pembebasan Papua Barat Ekianus Kogeya mengatakan jika ultimatum tidak dipatuhi, akan ada serangan lain.
(mas)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
1 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
5 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
6 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
7 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
8 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
9 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved