Selusin Bodyguard Berlari Mengawal Kim Jong-un yang Naik Limusin

Kamis, 28 Februari 2019 - 10:13 WIB
Selusin Bodyguard Berlari...
Selusin Bodyguard Berlari Mengawal Kim Jong-un yang Naik Limusin
A A A
HANOI - Pengamanan superketat pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un kembali jadi sorotan media ketika berada di Hanoi, Vietnam. Kim berada di kota itu untuk melakukan pertemuan puncak jilid kedua dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Sama seperti pertemuan pucak atau KTT pertama di Singapura, Kim Jong-un selalu dikawal ketat sekelompok bodyguard. Setidaknya selusin bodyguard berjas gelap terlihat berlari di samping mobil limusin yang ditumpangi pemimpin muda Korut itu.

Sama seperti KTT Singapura, KTT Hanoi pada Rabu hingga Kamis (28/2/2019) untuk membahas denuklirisasi semenanjung Korea.

Trump pada akhir tahun lalu mengatakan bahwa dia dan Kim "jatuh cinta", dan menjelang keberangkatannya untuk pertemuan kedua, Trump mengatakan bahwa dia dan Kim telah mengembangkan hubungan yang sangat baik.

"Hubungan ini adalah kekuatan pendorong tunggal terbesar dalam menciptakan hubungan yang lebih baik," kata Harry J. Kazianis, direktur Studi Korea di Center for the National Interest.

"Jelas, perlu ada landasan yang lebih kuat untuk dialog daripada Kim dan Trump," ujarnya.

"Bukan dua orang saja yang memiliki bahu yang cukup luas untuk menanggung beban masalah-masalah menantang yang tersebar selama 70 tahun," imbuh dia, dikutip Daily Mirror.

Trump telah bertemu Kim untuk percakapan singkat satu lawan satu pada Rabu malam dan diikuti dengan makan malam, ditemani oleh dua tamu dan penerjemah.

Mereka, pada hari ini dijadwalkan mengadakan pertemuan "bolak-balik".

Di KTT Singapura, mereka telah berjanji untuk bekerja menuju denuklirisasi dan perdamaian permanen di semenanjung Korea.

Sekadara diketahui, Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih berperang sejak konflik 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian. Dalam Perang Korea itu, Korea Selatan didukung oleh Amerika Serikat.

Kedua belah pihak kemungkinan akan merasakan tekanan untuk menyetujui langkah-langkah spesifik kali ini, sebuah langkah konkret yang akan diambil Korea Utara untuk menyerahkan senjata yang mengancam daratan AS. Sedangkan AS akan ditekan untuk menawarkan imbalan konkret kepada Pyongyang.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Trump Bantah Laporan...
Trump Bantah Laporan yang Menyebut Kim Jong Un Sakit Parah
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Trump Sebut Kim Jong-un...
Trump Sebut Kim Jong-un Mengaku Telah Bunuh Pamannya
Berita Terkini
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
36 menit yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
1 jam yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
2 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
2 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
3 jam yang lalu
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved