Arab Saudi dan China Perkuat Kemitraan

Jum'at, 22 Februari 2019 - 08:34 WIB
Arab Saudi dan China...
Arab Saudi dan China Perkuat Kemitraan
A A A
BEIJING - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman (MBS) mendarat di Beijing kemarin dalam tur Asia pekan ini untuk memperkuat kerja sama dengan sejumlah negara.

MBS telah mengunjungi Pakistan dan India selama perjalanan pekan ini dan mengumumkan sejumlah investasi baru di bidang energi dan infrastur. Kali ini MBS mengunjungi China sebagai mitra dagang terbesar Arab Saudi.

Pengeran Saudi itu akan bertemu Wakil Perdana Menteri (PM) China Han Zheng pada Jumat (22/2) pagi, sebelum duduk bersama Presiden Xi Jinping pada siang hari ini. Kunjungan MBS ini hampir dua tahun sejak ayahnya, Raja Salman Bin Abdulaziz al-Saud bertemu Xi dalam tur Maret 2017. “Saat itu kedua pihak sepakat meningkatkan kerja sama di semua bidang,” ungkap laporan kantor berita Xinhua.

Sejak saat itu terjadi perubahan besar dalam citra internasional Saudi. MBS berupaya memperbaiki reputasi Saudi setelah pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul tahun lalu. MBS menyangkal terkait dalam pembunuhan itu.

Dalam pertemuan G20 di Argentina akhir tahun lalu, saat sebagian besar pemimpin dunia mengkritik Saudi, Xi menjadi salah satu dari sedikit pemimpin yang berfoto bersama MBS.

China merupakan mitra dagang terbesar Saudi, melebihi negara-negara Eropa dan aliansi dekat Amerika Serikat (AS). Pada 2018, impor dari Saudi ke China mencapai USD46 miliar.

Kedua negara juga saling meminta dukungan untuk berbagai inisiatif kebijakan pemimpin mereka. Saudi sebelumnya mengungkapkan minat terlibat dalam rencana infrastruktur Belt and Road yang dicanangkan Xi untuk membangun jalan, jalur kereta dan pelabuhan yang menghubungkan China ke dunia. Melalui jalur maritim Beijing, sejumlah besar perdagangan China akan melalui Laut Merah yang berbatasan Saudi, menuju Eropa.

Pengamat menyatakan Saudi berharap China akan menjadi bagian penting dari proyek Visi 2030 Saudi yang dicanangkan MBS. Visi itu berisi rencana ekonomi untuk menjadikan Saudi tak tergantung pada pendapatan minyak.

Pengamat senior Euromonitor International Rabia Yasmeen menyatakan kunjungan MBS ke Asia penting utnuk kesuksesan Visi 2030 tersebut. “Kunjungan itu diperkirakan membawa lebih banyak hasil di bidang ekonomi terkait dengan Inisiatif China One Belt One Road dan tentang bagaimana pemerintah Saudi dapat mendorong inisiatif untuk Visi Saudi 2030,” ujar dia.

Saat wawancara dengan Xinhua, Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Saudi Khalid bin Abdulaziz Al-Falih menjelaskan investasi Saudi di China baru saja dimulai. “Budaya kami dengan serupa dengan budaya China. Kami telah mengirim ratusan pelajar kami untuk belajar di China dan saat mereka kembali berbahasa China, itu membuat ribuan warga Saudi memahami bagaimana hebatnya China dan bagaimana mengesankan rakyat China itu. Kami perlu lebih dari itu. Ada peluang kesejahteraan besar untuk kedua negara,” ujar Khalid.

Saat berada di New Delhi, MBS menyebut peluang investasi lebih dari USD100 miliar (Rp1.404 triliun) di India dalam dua tahun mendatang. Pernyataan MBS itu muncul di tengah ketegangan antara India dan Pakistan.

India menggelar karpet merah untuk MBS yang saat ini mencari dukungan diplomatik melawan Pakistan setelah serangan militan di Kashmir. MBS juga mendapat sambutan hangat di Pakistan saat kedua pihak menandatangani kesepakatan investasi senilai USD20 miliar untuk membantu perekonomian Pakistan.

Saat konferensi pers setelah bertemu PM India Narendra Modi, MBS menyatakan terorisme menjadi kekhawatiran bersama dan Saudi siap berbagi intelijen dengan India untuk menghadapinya. India menyalahkan Pakistan karena dianggap tidak berbuat banyak untuk membersihkan kelompok militan yang berlindung di negara itu, termasuk yang mengaku bertanggung jawab dalam serangan di Kashmir pekan lalu. Pakistan menyangkal tuduhan India tersebut.

“Kita menghadapi tantangan serupa, ekstremisme dan terorisme, serta kami menyatakan pada India bahwa kami siap bekerja sama dalam bidang politik dan intelijen untuk mengkoordinasikan upaya kami,” papar MBS.

Pembenahan struktur keamanan domestik Saudi membantu mengurangi rencana pengeboman al Qaeda dalam satu dekade silam. Namun Saudi masih mengahdapi sejumlah serangan oleh para militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan militan syiah di wilayah bagian timur. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Hubungan Makin Mesra,...
Hubungan Makin Mesra, PM China Li Qiang Kunjungi Saudi
3 Senjata Buatan China...
3 Senjata Buatan China yang Diborong Arab Saudi, dari Drone hingga Rudal Nuklir
Kemeriahan Perayaan...
Kemeriahan Perayaan Tahun Baru Imlek Mulai Terasa di Riyadh
Menlu Saudi-Iran Bertemu...
Menlu Saudi-Iran Bertemu di Beijing, Sepakati Penerbangan Langsung Kedua Negara
Masjidil Haram Luncurkan...
Masjidil Haram Luncurkan Pengajaran Agama Islam dalam Bahasa China
AS Tak Jujur, Alasan...
AS Tak Jujur, Alasan Arab Saudi Pilih China Jadi Broker Perdamaian dengan Iran
Berita Terkini
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
40 menit yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
41 menit yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
1 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
2 jam yang lalu
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
3 jam yang lalu
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
4 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved