KBRI Bantu Polisi Malaysia Identifikasi Korban Mutilasi

Selasa, 12 Februari 2019 - 19:16 WIB
KBRI Bantu Polisi Malaysia...
KBRI Bantu Polisi Malaysia Identifikasi Korban Mutilasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Indonesia mengungkapkan, Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia membantu proses identifikasi korban mutilasi yang diduga kuat adalah warga negara Indonesia (WNI).

Dua korban mutilasi itu ditemukan di Distrik Sungai Buloh, Selangor, pada 24 Januari lalu. Korban tersebut adalah satu wanita dan satu pria ditemukan tanpa kaki serta kepala. Kepolisian Malaysia menduga korban dibunuh di lokasi lain dan jenazahnya dibuang ke sungai.

"KBRI Kuala Lumpur terus memberikan dukungan kepada Kepolisian Malaysia. Fokus dukungan saat ini adalah identifikasi korban, agar dapat dipastikan identitas serta kewarganegaraannya," kata Kemlu RI, dalam sebuah pernyataan yang diterima Sindonews pada Selasa (12/2).

"Dugaan bahwa kedua korban adalah WNI sejauh ini baru didasarkan pada pengaduan kehilangan kontak yang disampaikan oleh dua WNI kepada KBRI Kuala Lumpur setelah ditemukannya dua jenazah serta identifikasi visual," sambungnya.

KBRI, lanjut Kemlu RI, sudah membantu penyampaikan sampel DNA keluarga dan data sidik jari dan diharapkan proses identifikasi akan selesai dan disimpulkan segera.

"Betul sudah ada yang ditahan untuk dimintai keterangan, tetapi kepolisian Malaysia belum bisa membuat kesimpulan karena prosesnya masih berlangsung," ungkapnya.

Sementara itu, sejumlah media melaporkan bahwa salah satu korban diduga bernama Nuryanto, warga Baleendah, Kabupaten Bandung, dan satu korban wanita bernama Ai Munawaroh. Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas terkait tentang identitas dua korban tersebut.

Kasus itu pun menjadi sorotan bagi media Malaysia. Menurut beberapa laporan, Nuryanto adalah warga Kampung Ciodeng, Kelurahan Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Dia merupakan pengusaha tekstil yang menjual produknya hingga Malaysia. Kepergian Nuryanto ke Malaysia disebut untuk urusan bisnis dan bertemu relasi di Malaysia.

Nuryanto dikabarkan berangkat ke Malaysia pada 17 Januari lalu. Maskapai Air Asia juga mendata bahwa dia seharusnya pulang pada 23 Januari, namun hingga 22 Januari nomor telepon selulernya tak bisa dihubungi.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
2 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
3 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
4 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
6 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
7 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved