Belanda Hanya Akui Gaza dan Tepi Barat Tempat Lahir Warga Palestina

Senin, 11 Februari 2019 - 09:24 WIB
Belanda Hanya Akui Gaza...
Belanda Hanya Akui Gaza dan Tepi Barat Tempat Lahir Warga Palestina
A A A
DEN HAAG - Pemerintah Belanda hanya mengakui Jalur Gaza dan Tepi Barat—termasuk Yerusalem Timur-sebagai tempat kelahiran resmi warga Palestina setelah pendirian negara Israel. Negara itu tetap belum bersedia mengakui Negara Palestina.

Pemerintah Belanda mengakui kedua wilayah itu sebagai asal mula kelahiran bagi mereka yang lahir setelah 15 Mei 1948 ketika mandat Inggris secara resmi berakhir dan negara Israel berdiri. Pengumuman ini dibuat oleh Menteri Luar Negeri Raymond Knops di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat setempat.

Menurut rilis Kementerian Dalam Negeri yang diterbitkan pada hari Sabtu, Knops mengatakan Jalur Gaza dan Tepi Barat akan ditambahkan ke daftar wilayah yang diterima oleh catatan sipil Belanda.

Menurut pernyataan itu, Knops mencatat bahwa kategori baru ini sesuai dengan sudut pandang Belanda bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah-wilayah tersebut.

Knoops mengatakan kategori baru mencerminkan ketentuan yang disepakati dalam Kesepakatan Damai Oslo yang ditandatangani antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada 1990-an dan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB.

Belanda saat ini memberi orang Palestina dua pilihan ketika mendaftarkan tempat kelahiran mereka, yakni di catatan sipil Belanda—Israel atau tidak diketahui. Para warga Palestina pada 2014 pernah memprotes karena menempatkan Israel sebagai tempat kelahiran mereka.

Menurut kantor berita Belanda, Nos, yang dikutip Senin (11/2/2019), keputusan itu diambil setelah seorang pria Belanda asal Palestina menuntut pemerintah Belanda di Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa. Dia menuntut haknya untuk mendaftar sebagai warga kelahiran Palestina, bukan sebagai warga Israel.

Setidaknya 136 negara dan Majelis Umum PBB telah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, tetapi sebagian besar negara Uni Eropa telah menahan diri untuk melakukan hal itu sampai ada yang dinyatakan dalam kerangka perjanjian damai Palestina dengan Israel.
(mas)
Berita Terkait
Setengah Warga Belanda...
Setengah Warga Belanda Anggap Israel Negara Apartheid
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Siapa Caspar Veldkamp?...
Siapa Caspar Veldkamp? Menlu Belanda yang Mundur karena Gagal Memberikan Sanksi bagi Israel
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Berita Terkini
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
13 menit yang lalu
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
34 menit yang lalu
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
1 jam yang lalu
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
1 jam yang lalu
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
1 jam yang lalu
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
2 jam yang lalu
Infografis
4 Tentara Wanita Israel...
4 Tentara Wanita Israel yang Dibebaskan Tersenyum dan Lambaikan Tangan ke Warga Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved