Kesepakatan Damai Afghanistan, AS: Semakin Cepat, Semakin Baik

Minggu, 10 Februari 2019 - 08:04 WIB
Kesepakatan Damai Afghanistan,...
Kesepakatan Damai Afghanistan, AS: Semakin Cepat, Semakin Baik
A A A
WASHINGTON - Kesepakatan damai Afghanistan akan lebih baik tercapai sebelum pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 20 Juli mendatang. Hal itu diungkapkan oleh utusan Amerika Serikat (AS) untuk Afghanistan.

"Waktu penyelesaian perdamaian dari sudut pandang kami adalah semakin cepat, semakin baik," kata Zalmay Khalilzad pada audiensi di Institut Perdamaian Amerika Serikat di Washington.

Khalilzad mengatakan AS akan lebih memilih perjanjian damai sebelum Juli agar bisa mengikutsertakan Taliban ke dalam proses sehingga perjanjian damai akan memfasilitasi pemilu damai atau kerangka kerja damai untuk proses yang berkaitan denga masa depan Afghanistan.

"Jika tidak ada kemajuan menuju perdamaian, pemilu akan berlangsung, dan kami melakukan apa yang kami bisa untuk mendukung persiapan untuk pemilihan yang kredibel," imbuhnya seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (10/2/2019).

Khalilzad menekankan bagaimana integrasi regional akan mengubah kawasan, khususnya Asia Tengah.

"Inilah yang dapat dilakukan 42 jam dengan Taliban untuk Anda," ujarnya.

Khalilzad mengatakan Afghanistan saat ini sangat berbeda dari Afghanistan 19 tahun lalu.

"Ini negara yang berbeda. Butuh waktu bagi Taliban untuk menghargai itu, tetapi pesan yang mereka berikan kepada saya adalah bahwa mereka mengerti bahwa mereka tidak dapat kembali," ujarnya

Khalilzad mengatakan penarikan pasukan AS dari Afghanistan hanya bisa dicari setelah perjanjian damai tercapai.

"Sebuah perjanjian perdamaian dapat memungkinkan penarikan. Tapi itu bukan hanya perjanjian penarikan yang kita cari. Untuk mencapai kesepakatan damai, cukup banyak masalah yang harus ditangani," jelas Khalilzad, menekankan dua masalah utama selama pembicaraan dengan Taliban: kontraterorisme dan penarikan pasukan AS.

Khalilzad mengatakan pada prinsipnya kesepakatan dicapai dengan Taliban bahwa tidak ada kelompok teroris, kelompok teroris internasional, atau individu yang dapat menggunakan Afghanistan dan wilayah yang mereka kuasai.

Dia menambahkan bahwa kemungkinan penarikan pasukan AS sebagai bagian dari kesepakatan paket kami telah disepakati secara prinsip, tetapi kesepakatan damai segera tidak akan tercapai tanpa kesepakatan komprehensif tentang masalah lain.

"Masalah-masalah lain yang harus ditangani adalah masalah road map bagi Afghanistan untuk mengakhiri perang Afghanistan. Orang-orang Afghanistan harus duduk di seberang meja satu sama lain dan mencapai kesepakatan tentang masa depan negara mereka," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Taliban dan Gagalnya...
Taliban dan Gagalnya Amerika Serikat Membangun Negara Boneka di Afghanistan
Iran: Pengusiran Amerika...
Iran: Pengusiran Amerika Serikat dari Afghanistan 'Memalukan'
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
China: Mesin-mesin Perang...
China: Mesin-mesin Perang Amerika Serikat Jadi Taman Bermain Taliban
Menlu Amerika Serikat...
Menlu Amerika Serikat Blinken ke Qatar dan Jerman Bahas Afghanistan
Amerika Serikat Kirim...
Amerika Serikat Kirim Pesawat Pembom untuk Setop Kemajuan Taliban
Berita Terkini
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
45 menit yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
2 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
3 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
4 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved