Netanyahu-Putin Akan Bertemu Perdana sejak Tragedi Pesawat Rusia

Rabu, 06 Februari 2019 - 06:32 WIB
Netanyahu-Putin Akan...
Netanyahu-Putin Akan Bertemu Perdana sejak Tragedi Pesawat Rusia
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan melakukan perjalanan ke Moskow akhir bulan ini untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Jika terealisasi, itu akan menjadi pertemuan formal perdana sejak Moskow menyalahkan Tel Aviv atas jatuhnya pesawat militer Rusia di Suriah tahun lalu.

Netanyahu mengatakan dia akan terbang ke Moskow pada 21 Februari 2019 untuk pembicaraan yang difokuskan pada upaya Iran untuk membangun kehadiran militernya di Suriah.

Dia membuat pengumuman itu selama konferensi pers dengan Presiden Austria Alexander Van der Bellen.

Kantor Netanyahu mengatakan para pemimpin Israel dan Rusia juga akan membahas masalah regional dan meningkatkan koordinasi keamanan antara militer kedua negara di Suriah.

Moskow belum mengonfirmasi soal rencana pertemuan Putin dengan Netanyahu. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengumumkan ada pertemuan tiga pihak antara Putin, Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 14 Februari di Sochi. Peskov mengatakan topik pertemuan ketiga pemimpin itu masih soal krisis Suriah.

Netanyahu telah berkali-kali bertemu dengan Putin sejak intervensi militer Rusia di Suriah dimulai tahun 2015. Kontak keduanya terhenti sejak insiden jatuhnya pesawat mata-mata militer Moskow, September 2018.

Israel mengatakan pihaknya telah melakukan ratusan serangan udara selama waktu itu terhadap target yang terkait Iran sebagai bagian dari kampanye untuk mencegah Teheran membangun kehadiran militernya di Suriah.

"Dalam banyak hal kami telah memblokir kemajuan itu, tetapi kami berkomitmen untuk terus memblokirnya, terus-menerus mencegah Iran menciptakan front perang melawan kami di sini di seberang Dataran Tinggi Golan," kata Netanyahu dalam konferensi pers dengan Van der Bellen, dikutip Haaretz, Rabu (6/2/2019).

Pada bulan September, sistem pertahanan udara S-200 Suriah secara tak sengaja menembak jatuh sebuah pesawat mata-mata militer Rusia ketika sistem pertahanan itu merespons serangan jet-jet tempur Israel di Latakia. Insiden jatuhnya pesawat Moskow itu menewaskan 15 tentara Rusia.

Rusia, yang bersekutu dengan Damaskus, menyalahkan militer Israel atas insiden itu. Namun, Tel Aviv menolak disalahkan. Sebagai respons, Moskow kemudian memasok sistem pertahanan udara S-300 kepada militer Suriah.
(mas)
Berita Terkait
Putin Sebut Israel Pemenang...
Putin Sebut Israel Pemenang Besar di Suriah
Bebaskan Wanita Israel...
Bebaskan Wanita Israel yang Ditangkap Suriah, Netanyahu: Terima Kasih Putin
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia di Istana
Presiden Vladimir Putin...
Presiden Vladimir Putin Perintahkan Pasukannya untuk Siaga Tinggi
5 Alasan Pangkalan Militer...
5 Alasan Pangkalan Militer Tartus di Suriah Sangat Berarti bagi Rusia
Putin Sindir Israel...
Putin Sindir Israel Menang Banyak di Suriah
Berita Terkini
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
31 menit yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
1 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
4 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
7 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
8 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
9 jam yang lalu
Infografis
Pesawat Pengebom Rusia...
Pesawat Pengebom Rusia Dicegat Jet Tempur Siluman F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved