Rayakan Imlek, Lebih dari 3 Miliar Warga China Mudik

Rabu, 06 Februari 2019 - 06:26 WIB
Rayakan Imlek, Lebih...
Rayakan Imlek, Lebih dari 3 Miliar Warga China Mudik
A A A
BEJING - Miliaran warga China merayakan Tahun Baru Imlek kemarin. Malam pergantian tahun dalam kalender China itu tidak hanya dirayakan di China, Taiwan, dan Hong Kong; tapi juga di seluruh dunia, dari benua Asia hingga Amerika.

Pada malam awal pekan ini warga China berkumpul bersama keluarga untuk makan malam sambil menyaksikan Gala Festival Musim Semi. Pertunjukan berdurasi empat jam yang ditayangkan stasiun televisi CCTV itu menampilkan aktor, penyanyi, penari, komedian, dan pesulap ternama China dan sudah menjadi tradisi tahunan sejak 1983.

Perayaan tahun baru kemudian dilanjutkan dengan jalan-jalan, membeli lentera merah, dan potongan kertas kado. Selain menghidangkan menu wajib roti kukus merah, bola ketan, dan pangsit, setiap keluarga di China menyiapkan menu yang berbeda-beda.

Pada Imlek kali ini Pemerintah China memberi libur lumayan panjang, hingga memberikan kesempatan pada warganya untuk merayakan Imlek bersama keluarga. Akibatnya, berbagai jalanan di negeri tersebut ramai oleh kendaraan. Selain itu, ratusan juta warga China berjejal memasuki kereta api, bus, pesawat, dan kapal untuk dapat pulang kampung.

Momen ini pun menjadi migrasi tahunan terbesar di dunia. Total perjalanan diperkirakan hampir mencapai 3 miliar antara 21 Januari hingga 1 Maret tahun ini atau merangkak naik 0,6% dari tahun lalu.

Perjalanan darat dengan bus dan mobil pribadi menjadi transportasi paling umum di China. Jumlahnya ditaksir mencapai 2,46 miliar perjalanan. Adapun jaringan kereta api hanya menangani 413 juta perjalanan, naik 8%. Di luar itu, jalur penerbangan akan melayani 73 juta perjalanan, naik 12%.

Kapal dan feri mendapatkan porsi terkecil, yakni 43 juta perjalanan, sama seperti setahun sebelumnya. “Tiga juta perjalanan selama 40 hari akan menjadi tantangan yang besar bagi kementerian transportasi di negeri ini (China),” ujar seorang pejabat Kementerian Perhubungan, Liu Xiaoming, dikutip media lokal China Daily.

Akibat migras ini banyak toko dan restoran di Beijing yang tutup setidaknya sampai pekan depan. Meski ibu kota China itu menjadi sepi, perayaan Imlek di Beijing tetap meriah. Diawali dengan pencabutan sitar saat matahari terbit di Taman Temple of Earth, perayaan tahun baru China itu juga diramaikan dengan drum-akrobat.

Secara teknis, Imlek dirayakan selama sepekan, dari awal hingga pertengahan Februari. Namun, bagi sebagian besar orang China, Festival Musim Semi itu dirayakan 40 hari. Setiap negara juga memiliki sebutan masing-masing untuk perayaan Imlek, ada yang menyebutnya seollal (Korsel), tet (Vietnam), hingga Losar (Tibet).

Dalam bahasa Mandarin, warga China akan mengucapkan selamat gong xi fa cai, berharap tahun baru yang makmur bagi Anda. Dalam bahasa Kanton, mereka mengucapkan gong hei fat choi. Namun, sebagian warga China juga ada yang mengucapkan xin nian kuai le, secara harfiah berarti tahun baru yang bahagia.

Tahun Babi adalah sio terakhir dalam siklus 12 tahun kalendar China yang menggantikan Tahun Anjing. Dalam kebudayaan China, babi melambangkan keberuntungan dan kekayaan.

Malam pergantian tahun dalam kalender China itu tidak hanya dirayakan di China, Taiwan, dan Hong Kong, tapi juga di seluruh dunia, dari benua Asia hingga Amerika. Perayaan Imlek di luar China tidak pun kalah meriah. Bahkan, di beberapa wilayah, perayaan dilakukan di gedung-gedung bersejarah, di antaranya di Korea Selatan (Korsel), Jepang, Vietnam, Kamboja, Filipina, Malaysia, Singapura, Indonesia, Australia, Uni Emirates Arab (UEA), Meksiko, Amerika Serikat (AS), Kanada, Inggris, dan Serbia.

Perayaan paling seru di luar China digelar di Australia. Pihak panitia menyediakan lebih dari 4.000 dumpling untuk menyambut 764 warga China di Pelabuhan Harbour, Sydney, sebuah rekor baru di Guinness World Record.

Di Hong Kong, pasar bunga ramai diserbu penduduk yang berburu anggrek mandarin dan persik untuk menghias rumah mereka. Sejumlah toko juga menjajakan berbagai produk bertema sio babi pada bantal, tas jinjing, hingga boneka. Sementara itu, ribuan warga lokal berbondong-bondong menuju Kuil Wong Tai Sin.
(don)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
1 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
1 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
2 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
2 jam yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
2 jam yang lalu
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
3 jam yang lalu
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved